JAKARTA - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengatakan, negaranya ingin mendengar usulan baru dari negara-negara Arab terkait Jalur Gaza, Palestina.
Ia juga menuduh mereka tidak bersedia mengambil langkah praktis apa pun untuk membantu Palestina, menyusul rencana Presiden AS Donald Trump untuk memindahkan secara permanen warga Gaza untuk kemudian dibangunnya.
Menlu Rubio, yang akan melakukan perjalanan ke Timur Tengah, mengatakan berharap dapat membahas berbagai ide selama kunjungannya di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab serta Israel, setelah pembicaraan di Washington dengan Mesir dan Yordania.
"Mudah-mudahan mereka akan memiliki rencana yang sangat bagus untuk diajukan kepada presiden," kata Menlu Rubio tentang negara-negara Arab, saat berbicara di acara radio, melansir The Times of Israel 14 Februari.
"Saat ini, satu-satunya rencana — mereka tidak menyukainya — tetapi satu-satunya rencana adalah rencana Trump. Jadi, jika mereka memiliki rencana yang lebih baik, sekaranglah saatnya untuk mengajukannya," tandasnya.
"Semua negara ini mengatakan betapa mereka peduli dengan Palestina, tetapi tidak ada satu pun dari mereka yang ingin menerima warga Palestina. Tidak ada satu pun dari mereka yang memiliki sejarah melakukan sesuatu untuk Gaza," tuduh Rubio.
Para diplomat mengatakan, Mesir memimpin upaya untuk menghadirkan alternatif bagi Presiden Trump dalam beberapa minggu, yang akan melibatkan pelatihan pasukan keamanan baru di Gaza dan mengidentifikasi para pemimpin Palestina setempat yang akan bertanggung jawab.
BACA JUGA:
Menlu Rubio mengatakan, ia yakin negara-negara Arab "bekerja dengan itikad baik," tetapi garis merahnya adalah, tidak ada peran Hamas di masa mendatang.
"Jika negara-negara di kawasan itu tidak dapat menemukan jalan keluarnya, maka Israel harus melakukannya, dan kemudian kita akan kembali ke tempat kita sebelumnya," katanya.