JAKARTA - Layanan Pos Amerika Serikat menangguhkan sementara paket dari China dan Hong Kong, setelah Presiden Donald Trump memutuskan ketentuan perdagangan pekan ini yang digunakan oleh pengecer termasuk aplikasi e-commerce Temu dan Shein untuk mengirimkan paket bernilai rendah bebas bea ke AS.
Pemerintahan Trump memberlakukan tarif tambahan sebesar 10% pada barang-barang Tiongkok yang mulai berlaku pada Selasa dan menutup pengecualian "de minimis" yang memungkinkan pembeli AS menghindari membayar tarif untuk pengiriman di bawah 800 dollar AS.
Tarif tambahan dan penghapusan de minimis mengikuti peringatan berulang kali Trump yang menyebut Beijing tidak berbuat cukup untuk menghentikan aliran fentanil, opioid sintetis berbahaya, ke AS.
Reuters melaporkan sebelumnya pemasok China menggunakan ketentuan bebas bea untuk mengekspor bahan kimia untuk fentanil dengan menyamarkannya sebagai gadget dan barang murah lainnya.
“Ini sangat besar. Orang-orang yang menunggu pesanan dari Amazon, Shein, dan Temu tidak tahu kapan mereka dapat menerima pesanan tersebut,” kata Ram Ben Tzion, pendiri Ultra Information Solution, perusahaan di balik platform pemeriksaan pengiriman digital Publican dilansir Reuters, Rabu, 5 Februari.
“Saya berharap ini akan menjadi tindakan jangka pendek dan digantikan dengan tindakan jangka panjang yang lebih terukur,” katanya.
USPS mengatakan perubahan tersebut tidak akan berdampak pada pengiriman surat dan 'flat' - surat yang panjangnya bisa mencapai 38 cm atau tebal 3/4 inci (1,9 cm) - dari China dan Hong Kong. Mereka tidak segera berkomentar apakah hal ini terkait dengan perubahan Trump untuk mengakhiri pengiriman de minimis dari Tiongkok dan negara-negara lain.
“USPS akan memerlukan waktu untuk memilah bagaimana menerapkan pajak baru sebelum mengizinkan paket Tiongkok tiba di AS lagi,” kata Chelsey Tam, analis ekuitas senior di Morningstar.
“Ini merupakan tantangan besar bagi mereka karena terdapat 4 juta paket de minimis per hari pada tahun 2024, dan sulit untuk memeriksa semua paket – sehingga memerlukan waktu.” imbuhnya.
Di kantor pos Hong Kong, seorang pengusaha yang datang untuk memeriksa status paket yang dia kirim ke AS sebelumnya mengungkapkan rasa frustrasinya setelah seorang staf mengatakan kepadanya tidak mungkin memastikan di mana pengirimannya sekarang.
“Perang politik ini berdampak pada masyarakat setempat, tidak hanya di Hong Kong tetapi juga di tempat lain. Ini sangat meresahkan kami,” kata John Khan, yang telah menjalankan bisnis perdagangan selama hampir 30 tahun, kepada Reuters.
Kementerian luar negeri China pada Rabu menyerukan dialog dan konsultasi antara Beijing dan Washington.
Otoritas China menyebut mengurangi permintaan obat-obatan di dalam negeri dan meningkatkan kerja sama penegakan hukum adalah cara mendasar bagi AS untuk menyelesaikan krisis fentanilnya.