TANGERANG - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia telah memperbolehkan pengecer untuk berjualan gas elpiji 3 Kg sejak hari ini, Rabu, 5 Februari.
Namun, nyatanya para pengecer atau sub-pangkalan masih banyak yang belum mendapat pasokan gas 3 kg, sehingga antrean panjang kembali di pangkalan dan agen gas 3 kg di Kota Tangerang.
Salah satu pedagang pengecer bernama Rudy mengaku, ia memilih tidak berjualan gas 3 Kg, apabila proses untuk menjadi sub-pangkalan menyulitkan.
Rudy mengaku bahwa ia mendapat kabar bila syarat untuk menjadi sub-pangkalan harus menyertakan surat keterangan usaha (SKU) ke pangkalan terdekat.
“Kalau ribet-ribet engga usah lah, mending mereka (masyarakat) langsung ke pangkalan aja,” seloroh Rudy saat ditemui VOI di Jalan Sawo, Cibodas, Kota Tangerang, Rabu, 5 Februari.
Menurut pengakuannya, selama ini proses jualan gas 3 kg sangat mudah, hanya menghubungi pihak pangkalan dan nanti tabung gas 3 kg akan dikirim ke tempat usahanya.
[see_als o]
- https://voi.id/berita/457373/polisi-sebut-pesta-gay-di-hotel-setiabudi-jaksel-baru-pertama-kali-digelar
- https://voi.id/berita/456827/polisi-tetapkan-3-orang-tersangka-kasus-pesta-gay-di-hotel-jaksel
“Kalau saya biasanya telpon, suruh antar. Terus dia dateng. Kalau sekarang saya telpon enggak angkat. Ya sudah mending engga usah. Dia kirim ya jual, engga dikirim ya engga jual,” singkatnya.
Perihal harga yang ditetapkan yakni Rp19 ribu, Rudy tidak mempermasalahkan. Asalkan dari pangkalan gas, ia masih mendapatkan keuntungan.
“Jelasnya pangkalan Rp17 ribu. Kita jual 19 ribu. Asal engga melenceng jauh. Kalau disamain pangkalan (Gas 3 Kg) apa untungnya. Mending engga usah kalau ribet-ribet,” ungkapnya.
Sedangkan untuk jumlah yang didapat, Rudy mengaku biasanya menerima 20-25 tabung gas 3 Kg. Apabila dikurangi dan ditargetkan jumlahnya, maka ia kembali menyatakan akan berhenti berjualan gas elpiji 3 Kg.
“Ngapain kalau 16 tabung. Kalau ditekan kayak gitu mending engga jualan, karena kebutuhan rakyat kan banyak. Kalau langganan saya 20, empatnya dibuang kemana. Itu namanya ditarget, kalau ditarget menyusahkan rakyat,” tutupnya.