Bagikan:

JAKARTA - Anggota Parlemen Eropa (MEP) asal Denmark marah besar terhadap Presiden AS Donald Trump di tengah upayanya ‘merebut’ Greenland.

MEP Anders Vistisen, anggota Partai Rakyat Denmark yang beraliran kanan, membahas upaya Trump pada sesi Uni Eropa di Strasburg, Prancis.

“Presiden Trump yang terhormat, dengarkan baik-baik, Greenland telah menjadi bagian dari kerajaan Denmark selama 800 tahun. Ini adalah bagian terpadu dari negara kami. Greenland tidak untuk dijual,” kata Vistisen dilansir FOX News, Kamis, 23 Januari.

Vistisen dalam pernyataannya menekankan dirinya berbicara dengan kata-kata yang mungkin Trump pahami.

"Mister Trump, f**ck off," kata Vistisen.

Pernyataan tersebut mendapat teguran resmi dari Wakil Presiden Parlemen Eropa Nicolae Stefanuta.

“Jika terjemahannya benar, istilah yang Anda gunakan tidak diperbolehkan di parlemen ini, dan akan ada konsekuensi terhadap kata-kata yang Anda gunakan,” kata Stefanuta, yang mewakili Rumania.

"Hal ini tidak baik di Dewan Demokrasi. Terlepas dari apa yang kami pikirkan tentang Trump, tidak mungkin menggunakan bahasa seperti itu," sambung Stefanuta.

Putra pertama Donald Trump Jr. memimpin delegasi kecil ke Nuuk – ibu kota Greenland – sebelum pelantikan dan bertemu dengan anggota masyarakat dan dilaporkan menggelar makan siang.

Perdana Menteri Greenland Mute Egede dan PM Denmark Mette Frederiksen mengatakan daratan tersebut tidak untuk dijual.

Namun AS tetap mempertahankan kehadiran Angkatan Luar Angkasa AS di Greenland — di Pangkalan Udara Pituffik (sebelumnya Thule) dekat Savissivik.

Lebih dari 100 tahun yang lalu, AS berhasil membeli tanah Denmark dari Kopenhagen.