JAKARTA - Para pemimpin Eropa mengaku merasa dikhianati oleh Amerika Serikat (AS) menjelang KTT darurat Uni Eropa (UE) di Brussel, Belgia, hari ini Kamis 22 Januari.
Politico melaporkan sebelum pertemuan yang didedikasikan untuk membahas Greenland dan masa depan hubungan UE dengan AS ini,para pemimpin Eropa mulai kehilangan kepercayaan pada AS.
"Kita sedang mengalami keretakan besar dalam tatanan dunia. Kepercayaan telah hilang," kata salah satu diplomat Eropa, yang dianggap sebagai sekutu utama AS di UE kepada Politico.
Media itu juga mencatat para politisi Eropa tidak percaya terhadap pernyataan Presiden AS Donald Trump yang berniat tidak menggunakan Angkatan Bersenjata AS untuk membangun kendali atas Greenland. Pencaplokan atas Greenland juga ditentang keras negara-negara aliansi.
Terpisah, seorang diplomat UE mengatakan perpecahan itu "menjadi nyata karena ancaman tarif perdagangan terhadap Uni Eropa menyusul sikap UE terhadap Greenland.
Para politisi Uni Eropa memandang KTT darurat UE sebagai "terapi", yang akan memberi kesempatan para pemimpin UE untuk memberikan tanggapan konkret terhadap pidato Trump di Forum Ekonomi Dunia 2026 di Davos, Swiss.

Dua diplomat Uni Eropa, dalam percakapan dengan Politico, membandingkan keadaan saat ini dengan periode sebelum Perang Dunia II. "Saya pikir kita sudah melewati Munich sekarang. Kita menyadari bahwa kebijakan perdamaian bukan lagi kebijakan yang tepat," kata salah satu sumber.
Seperti diketahui, pada September 1938, Inggris Raya, Prancis, Jerman, dan Italia menyepakati Perjanjian Munich, yang mengatur pemisahan Cekoslowakia. Namun, Cekoslowakia diduduki oleh Jerman dan kehilangan kedaulatan negaranya pada Maret 1939.
Sebelumnya, dalam pidatonya di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Trump menegaskan komitmennya untuk mencaplok Greenland, wilayah otonom Denmark. Namun, untuk mencapai tujuan itu Trump mengaku AS tidak akan menggunakan kekerasan
Ia kemudian mengancam kelonggaran tarif terhadap negara-negara Eropa yang mendukung Greenland tidak akan diberlakukan lagi mulai 1 Februari 2026.
Trump juga mengatakan bahwa AS telah "sangat bodoh" mengembalikan Greenland ke Denmark setelah Perang Dunia II.
Ia menambahkan, AS bermaksud untuk mencaplok Greenland dari Denmark agar dapat mengerahkan sistem pertahanan rudal Golden Dome skala besar dan memperluas kebijakan migrasinya di Uni Eropa.