JAKARTA - Kepala Staf Israel Defense Forces (IDF) Letjen Herzi Halevi mengumumkan pengunduran dirinya, atas tanggung jawab kegagalan terkait serangan kelompok militan Palestina yang dipimpin Hamas ke selatan wilayah Israel, hal yang dikatakan akan membekas seumur hidupnya.
Dalam surat yang ditujukan kepada Menteri Pertahanan Israel, Letjen Halevi mengklaim tanggung jawab atas kelalaian keamanan besar-besaran pada tanggal 7 Oktober 2023, saat serangan lintas batas terjadi.
"Saya akan menyerahkan komando IDF secara menyeluruh dan bermutu tinggi kepada pengganti saya," tulis Letjen Halevi, melansir Reuters 21 Januari.
Letjen Halevi akan resmi mundur pada 6 Maret mendatang, dengan rentang waktu hingga tanggal tersebut akan digunakan untuk menuntaskan penyelidikan internal mengenai serangan 7 Oktober dan memperkuat IDF untuk menghadapi tantangan keamanan di masa depan, dikutip dari The Times of Israel.
Letjen Halevi menuliskan, menyadari besarnya tanggung jawab sebagai Kepala Staf IDF, Ia menilai IDF di bawah komandonya gagal dalam misi melindungi warga negara Israel saat serangan 7 Oktober terjadi, membuat Israel membayar harga yang mahal dan menyakitkan.
"Tanggung jawab saya atas kegagalan yang mengerikan ini menyertai saya setiap hari, setiap jam, dan akan membekas selama sisa hidup saya," tulisnya.
Letjen Halevi mengatakan keputusan tersebut telah diambil sejak lama, menegaskan ia selamanya akan tetap menjadi prajurit Negara Israel.
BACA JUGA:
Menyusul pengunduran diri Letjen Halevi, Komandan Komando Selatan IDF Mayjen Yaron Finkelman juga mengumumkan pengunduran dirinya dari militer, mengatakan turut serta bertanggung jawab atas kegagalan mencegah serangan 7 Oktober 2023.
"Kegagalan ini membekas dalam diri saya seumur hidup," tulisnya dalam surat pengunduran diri.