JAKARTA - Terusan Panama menjadi sorotan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih, Donald Trump, pada 22 Desember menyatakan akan menuntut pengembalian kepemilikan kanal tersebut kepada AS. Dia menilai tingginya biaya untuk melewati kanal itu merugikan negaranya.
Trump menuduh Panama melanggar "setiap poin perjanjian" dengan Washington dan mengenakan tarif berlebihan pada kapal-kapal Angkatan Laut AS. Sebelumnya, pada Januari, dia juga menyatakan telah berunding dengan pihak berwenang Panama untuk merebut kembali kendali atas Terusan Panama.
Merespons hal itu, melansir ANTARA, Sabtu, 11 Januari, mantan presiden Panama, Ernesto Balladares, mengungkapkan bahwa Presiden Panama saat ini Jose Raul Mulino, tengah mempertimbangkan langkah diplomatik.
BACA JUGA:
"Dia (Mulino) mengatakan akan mengambil tindakan lebih lanjut setelah 20 Januari (setelah pelantikan Trump)… jika Presiden terpilih Trump bersikeras pada masalah tersebut," kata Balladares kepada harian Politico.
Balladares menambahkan, Mulino bahkan mempertimbangkan untuk mengajukan permohonan kepada Dewan Keamanan PBB jika Trump melanjutkan retorikanya terhadap Panama. Hal tersebut, kata Balladares, diungkapkan Mulino dalam sebuah pertemuan pribadi dengannya.