Bagikan:

MAKASSAR - Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) mengungkap hasil penyelidikan sementara kasus dugaan penembakan mobil milik Jabal Nur, ketua relawan Garda Prabowo-Gibran Sulsel yang juga merupakan caleg DPR dari Partai Amanat Nasional (PAN) di Kabupaten Bantaeng, pada Jumat lalu.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Komang Suartana mengungkapkan bahwa dugaan awal insiden tersebut bukanlah penembakan, melainkan pengrusakan.

Komang mengatakan lubang pada kaca belakang mobil Daihatsu Xenia bernomor DD 815 OM itu diakibatkan oleh steel ball atau logam bulat berdiameter 1 milimeter yang dilontarkan menggunakan ketapel bukan ditembak menggunakan airsoft gun.

Kendati begitu, Satreskrim Polres Bantaeng dan Resmob Polda Sulsel masih melakukan pendalaman dengan mengecek kamera pengawas atau CCTV di lokasi, juga steel ball tersebut kini telah diserahkan ke Labfor Polda Sulsel.  

"Bulatannya agak besar sesuai dengan lubang di kaca. Ini masih lidik Labfor Polda apakah dari ketapel atau benda lain. Reskrim Polres Bantaeng dan Resmob Polda Sulsel meminta CCTV BRI," ujarnya, Selasa 16 Januari.

Ia pun menyanggah jika kejadian tersebut berkaitan dengan unsur politis sebab mobil tersebut sehari-hari digunakan oleh adiknya dan memang kerap kali diparkir di halaman bank tersebut.

Komang pun mengimbau agar masyarakat tidak percaya isu yang beredar dan tetap mempercayakan kasus ini kepada kepolisian.

"Tidak ada hubungan politik karena kendaraan ini digunakan oleh adik Jabal, sudah 10 tahun. Jadi parkirnya pun karena mereka tidak punya (lahan) parkir di rumah, mereka parkir di halaman kantor BRI," terangnya.

Sebelumnya diberitakan mobil relawan Prabowo-Gibran yang juga caleg DPR dari Partai Amanat Nasional (PAN), Jabal Nur ditembak saat terparkir di halaman kantor bank BRI di Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Pemilik mobil sudah melaporkan hal ini ke pihak yang berwajib dan dilakukan olah TKP. Selain kaca belakang mobil pecah, juga ditemukan satu steel ball atau logam bulat yang diduga sebagai proyektil peluru di dalam mobil tersebut.