Bagikan:

JAKARTA - Seorang penumpang Kereta Api (KA) Turangga Surabaya-Bandung, Heri Aliyudin menceritakan detik-detik tabrakan kereta yang ditumpangi dengan Commuter Line lokal di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Heri menyebut terjadi benturan keras saat KA Turangga ‘adu banteng’ dengan Commuter Line. “Sangat keras,” katanya dalam wawancara program Breaking News Kompas TV, Jumat, 5 Januari.

Heri kebetulan tak melanjutkan tidur usai salat Subuh. Tabrakan yang terjadi di jalur belokan membuat penumpang di sejumlah gerbong terlempar dari kursi.

“Saya mengalami lecet kaki. Penumpang lain banyak terlempar, banyak luka-luka dievakuasi ke RSUD,” kata Heri yang berada di gerbong tiga.

Kencangnya benturan membuat penumpang yang dalam posisi tertidur terhentak hingga membentur bagian dalam gerbong.

“Yang paling kelempar di samping saya yang masih tidur, banyak terlempar,” kata dia.

Kecelakaan tabrakan KA Turangga dengan Commuter Line terjadi di KM 181 Cicalengka, Kabupaten Bandung. Proses evakuasi sedang dilakukan terhadap penumpang kereta.

“Pukul 06.03 WIB kami mendapatkan informasi kecelakaan kereta api yaitu antara kereta api turangga relasi Surabaya-Bandung dengan KA Commuter Line,” kata  Vice President (VP) Public Relations KAI, Joni Martinus dikutip dari Kompas TV.

Soal adanya korban jiwa, Martinus mengatakan pihaknya harus lebih dulu mengecek di lokasi.

Sebelumnya, Kapolresta Bandung Kombes Kusworo Wibowo menyebut ada 3 orang korban jiwa akibat tabrakan kereta lokal Commuter Line Bandung Raya dengan KA Turangga.

“Korban jiwa ada 3 orang,” kata Kapolresta Bandung Kombes Kusworo Wibowo dalam wawancara sambungan telepon.