Pemkot Bogor Mulai Revitalisasi 2 Pasar Tradisional Jadi Modern
Wakil Wali Kota Bogor, Jawa Barat Dedie Abdul Rachim (berpeci) saat meninjau kios pedagang pakaian di pasar Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, Jumat (1/12/2023). ANTARA/HO/Pemkot Bogor

Bagikan:

BOGOR - Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat menyiapkan peluncuran dua pasar tradisional yang diubah menjadi pasar modern pada akhir Desember sebagai tanda dimulainya pembongkaran Plaza Bogor menjadi kawasan ekonomi baru pusat kota.

Direktur Perumda Pasar Pakuan Jaya (Perumda PJJ) Muzakkir mengatakan peluncuran dua pasar tradisional yang mengalami revitalisasi yakni pasar Sukasari dan Pasar Jambu Dua akan dilaksanakan pada Desember 2023 dan Januari 2024.

Seiring dengan persiapan peluncuran kedua pasar itu, kata Muzakkir, maka Perumda PJJ akan mulai tahap revitalisasi area Plaza Bogor yakni pembongkaran.

"Akhir tahun ini pasar Jambu Dua, Februari 2024 pasar Sukasari. Diusahakan Desember ini pembongkaran Plaza Bogor dimulai," ujarnya dilansir ANTARA, Sabtu, 2 Desember.

Muzakkir menjelaskan Kota Bogor mengalami sejumlah revitalisasi pasar dan pembangunan pasar baru di wilayah merupakan peta pemerataan aktivitas ekonomi warga agar tidak menumpuk ke pusat kota.

Pemerintah Kota Bogor telah membuat desain pembangunan wilayah dan wajah pusat kota yang baru untuk memberi pemerataan ekonomi dan kembali memperindah pusat kota dan kualitas udara.

"Jadi kami yang mengelola pasar bertanggung jawab menjalankan tugas pembangunan dan revitalisasi pasar tradisional menjadi lebih bersih, lebih modern," katanya.

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan bersama Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto belum lama ini meresmikan dua pasar tradisional di dua kecamatan. Yakni Pasar Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara dan juga Pasar Pamoyanan di Kecamatan Bogor Selatan.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Abdul Rachim pun segera melakukan pengecekan di Pasar Pamoyanan, Jumat (1/12/) siang. Selain berinteraksi dengan para pedagang Dedie juga sempat melihat bangunan pasar yang dinilai cukup baik sebagai pasar tradisional.

Di Pasar Pamoyanan ada 36 los dan 9 kios serta 5 ruko yang disiapkan untuk para pedagang. Pasar rakyat yang dibangun ini di konsep seperti pasar modern. Sehingga lebih nyaman dan bersih.

"Kita berharap tentu dengan dibukanya dua pasar ini, akses masyarakat untuk membeli kebutuhan pokok sehari - hari bisa lebih mudah. Komoditi yang dijual juga bisa menunjang kebutuhan masyarakat yang riil," kata Dedie usai kunjungan.

Selain dua pasar ini, sambung Dedie, ke depan akan ada beberapa pasar baru yang bisa lebih mendekatkan kepada pemukiman masyarakat. Sehingga masyarakat tidak hanya bertumpu kepada pasar yang ada di pusat kota.

"Insya Allah tahun depan masyarakat bisa menikmati pasar yang baru direvitalisasi. Seperti Pasar Jambu Dua, Sukasari dan Cumpok serta Merdeka. Tujuannya tadi, agar sebaran logistik tidak terpusat di satu titik saja," jelasnya.