Bagikan:

JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengungkapkan, kondisi Indonesia dengan keanekaragaman persoalan, membutuhkan peran serta mahasiswa dalam pembangunan.

"Saya sudah mendatangi beberapa wilayah perbatasan, seperti di Kalimantan, Papua, dan juga yang berbatasan dengan Timor Leste. Di tempat tersebut Kemensos melakukan upaya pembenahan sosial. Termasuk juga penyediaan kebutuhan masyarakat seperti air bersih," kata Mensos di Rakernas ke-13 Kesatuan Aksi Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) di Surabaya, dalam keterangan tertulis, disitat Antara.

Mensos menilai apa yang telah dilakukan Kementrian Sosial (Kemensos) tentu bisa dilakukan para mahasiswa. Mereka mendapatkan berbagai ilmu yang dinilai akan sangat bermanfaat jika diterapkan di wilayah atau daerah asal mahasiswa tersebut.

"Saya sampaikan bahwa para pegawai di Kemensos hampir 99,9 persen bukan tenaga teknis. Namun, mereka bisa membangun fasilitas untuk masyarakat seperti jaringan air bersih. Saya pun juga berlatar belakang arsitek tapi menjadi Menteri Sosial dan Alhamdulillah bisa. Saya yakin kalian anak- anakku juga bisa untuk berperan aktif dalam pembangunan minimal di daerah kalian," ujarnya.

Dalam memotivasi para mahasiswa KMHDI, Mensos juga sempat mengajak Direktur Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil Kemensos I Ketut Supena terlibat dalam acara ini lewat aplikasi Zoom.

"Beliau ini (Ketut Supena) adalah seorang Hindu yang kuliah di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan menjadi lulusan terbaik dan tercepat. Nah ketika saya tarik di Kemensos, saya minta beliau untuk belajar bisnis karena di Kemensos ada program pahlawan ekonomi sebagai upaya pemberdayaan penerima manfaat bansos untuk mandiri, dan ternyata beliau bisa," katanya.

Capaian Ketut, menurut Mensos adalah hal yang harus ditiru oleh para mahasiswa. Mereka diharapkan bisa terpacu dengan apa yang telah dicapai Ketut dan diharapkan tidak pantang menyerah. "Kalian pasti bisa. Jangan menyerah," tuturnya.

Tak ingin semangat para mahasiswa redup dan terlihat sangat antusias mendengarkan paparan, Mensos juga mengkomparasi dengan kelompok disabilitas yang sukses dalam berbagai bidang. Mensos bercerita bahwa banyak penyandang disabilitas yang sukses. Meski kondisi tubuh memiliki keterbatasan namun mereka bisa maksimal dalam karyanya.

"Saya punya beberapa kelompok penyandang disabilitas fisik seperti tuna netra, tuna wicara, tuna rungu maupun disabilitas fisik yang lain. Namun ketika mereka saya tampilkan dalam acara internsional, mereka luar biasa dan mendapatkan apresiasi yang juga luar biasa," tandasnya.