Bagikan:

CIREBON - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep melakukan safari politik ke Pondok Pesantren (Ponpes) Gedongan, Sabtu, 21 Oktober. Ini merupakan salah satu pesantren tertua di Cirebon.

Kaesang mengungkapkan kedatangan dirinya ke Ponpes Gedongan untuk mengajak para pengurus ponpes dan para santri-santriwati untuk menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2024 baik di pemilihan anggota legislatif (pileg), pemilihan kepala daerah (pilkada) dan pemilihan presiden (pilpres).

Namun, dia menegaskan, kedatangannya bukan untuk menyerukan penghuni ponpes untuk mencoblos partai yang dipimpinnya.

"Yang penting buat saya bukan nyoblos PSI-nya, yang penting adalah datang ke TPS ikut andil dalam pemilu 2024 nanti Dan yang pasti jangan lupa untuk nyoblos presidennya juga," kata Kaesang, seperti dilansir dari Antara.

Pada kesempatan ini, Kaesang diangkat sebagai santri kehormatan oleh pengurus Ponpes Gedongan. Ini bentuk apresiasi dari pengurus ponpes atas kedatangan putra bungsu Presiden Joko Widodo tersebut.

"Pada kesempatan ini kami ingin mengapresiasi, ingin menganugerahkan Mas Kaesang sebagai santri kehormatan Pondok Pesantren Gedongan," kata Pengasuh Pondok Pesantren Gedongan Kiai Ahmad Marzuki.

Dalam pemberian gelar santri kehormatan itu, Kiai Marzuki juga menyematkan kopiah dan memberikan sandal kepada Kaesang.

"Simbol kopiah Mas Kaesang, yang sementara ini menjadi Ketua Umum PSI itu posisinya di atas dan simbol sandal itu juga Mas Kaesang harus siap di posisi yang paling bawah," tuturnya.

Kiai Marzuki mengungkapkan status santri kehormatan tersebut diberikan sebagai bentuk doa kepada Kaesang dan anak-anak muda di PSI agar sukses dalam menjalankan tugas mengemban amanat rakyat.

"Kami tidak bisa mengikuti selalu langkah Mas Kaesang, langkah kawan-kawan muda sehingga kami menitipkan status santri kehormatan mudah-mudahan itu adalah doa kami yang selalu menyertai Mas Kaesang dan kawan-kawan," ujarnya.

Kaesang menyampaikan apresiasinya atas gelar santri kehormatan yang disematkan kepadanya.