Amerika Serikat Desak China Izinkan Tim Panel WHO Akses Sejumlah Narasumber di Wuhan
Tim WHO di China. (Thomas Peter/Reuters via Antara)

Bagikan:

 

JAKARTA - Amerika Serikat mendesak China untuk mengizinkan Tim Panel Ahli Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), untuk mewawancarai perawat, mantan pasien dan pekerja laboratorium terkait COVID-19 di pusat Kota Wuhan. 

Sebelumnya, keinginan untuk melakukan wawancara ini mendapat tentangan dari Beijing. Padahal, wawancara diperlukan untuk menentukan asal-usul virus korona. Tim ini sendiri tiba di Wuhan pada 14 Januari lalu.

Garrett Grigsby dari Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan yang mengepalai delegasi AS mengatakan, China harus membagikan semua studi ilmiah tentang sampel hewan, manusia, dan lingkungan yang diambil dari Pasar Huanan di Wuhan, tempat kasus pertama terkait dengan SARS-CoV-2 virus muncul pada akhir 2019.

"Analisis komparatif dari data genetik semacam itu akan membantu untuk mencari sumber yang tumpang tindih dan potensial dari wabah yang memicu pandemi COVID-19," katanya kepada Dewan Eksekutif WHO seperti melansir Al Jazeera.

“Kami memiliki tugas serius untuk memastikan bahwa penyelidikan kritis ini kredibel dan dilakukan secara objektif dan transparan,” lanjut Grigsby, merujuk pada varian virus yang ditemukan di Inggris, Afrika Selatan dan Brasil.

Delegasi Australian pun meminta tim WHO untuk memiliki akses ke data, informasi dan lokasi utama yang relevan terkait masa awal penyebaran COVID-19.

"Tidak ada jaminan jawaban. Ini adalah tugas yang sulit untuk menentukan asal-usulnya sepenuhnya dan terkadang perlu dua atau tiga atau empat kali percobaan untuk dapat melakukannya dalam pengaturan yang berbeda ," kata Kepala Darurat WHO Mike Ryan pekan lalu.

Sementara, Direktur Jenderal Kantor Tanggap Darurat Kesehatan Komisi Kesehatan Nasional China Sun Yang mengatakan, semua perlu dilakukan koordinasi dan tanpa tekanan politik apa pun.

"Studi asal virus bersifat ilmiah, perlu koordinasi, kerja sama. Kita harus menghentikan tekanan politik apa pun," tukasnya.