Bagikan:

DENPASAR - Konsul Kehormatan Rusia di Bali, Gede Dharma Wijaya, menegaskan bule Rusia yang datang ke Pulau Dewata bukan bermaksud mengungsi. Mereka hanya ingin berwisata di Pulau Dewata.

"Karena destinasi Bali sangat menarik bagi orang Rusia. Mereka itu, barangkali melihat cuaca (matahari) yang terus menerus di sini, dan mereka (di negaranya) tiga dan hampir empat bulan saja melihat matahari dalam setahun," kata Wijaya, Selasa, 22 Maret.

Soal adanya bule melakukan pelanggaran di Bali, itu disebut segelintir orang.

"Iya di mana-mana ada orang baik, ada orang yang nakal seperti itu," imbuhnya.

Pelanggaran yang dilakukan turis asing sepengamatan Wijaya terkait overstay. Tapi memang saat ini disorot pelanggaran soal pelanggaran berlalu lintas.

Dipastikan Wijaya, koordinasi dilakukan dengan Kedubes Rusia di Indonesia untuk memastikan turis dari Rusia mematuhi aturan di Indonesia khususnya saat berwisata di Bali.

"Tetapi barangkali ada yang nakal ada yang sedikit ugal-ugalan, iya di mana-mana itu ada," jelasnya.

Selain itu ditegaskan, isu soal turis Rusia mengungsi karena perang dengan Ukraina hanya sekadar anggapan belaka.

"Data yang pasti belum ada, data mengenai masalah isu liar itu belum ada. Tetapi orang pulang pergi dari Rusia ke Bali dari Bali balik ke Rusia yang sudah habis visanya hampir sama jumlahnya. (Visa) VoA cuma 30 hari kalau dia memperpanjang visa kan kelihatan dari kantor imigrasi," ujarnya.