Kondisi 8 Korban Pembacokan di Nunukan Stabil, Bupati Akan Tanggung Biaya Perawatan
Sisa kebakaran yang terjadi di permukiman penduduk di Inhutani, Kelurahan Nunukan Utara, Kabupaten Nunukan (ANTARA)

Bagikan:

JAKARTA - Sebanyak 8 warga korban pembacokan di lokasi kebakaran permukiman padat penduduk, Inhutani RT 10, Kelurahan Nunukan Utara dalam keadaan stabil. Korban tengah dirawat di RSUD Nunukan. 

Bupati Nunukan Provinsi Kalimantan Utara, Asmin Laura Hafid mengatakan, akan menanggung seluruh biaya perawatan korban. "Semua biaya perawatan delapan warga penganiayaan di lokasi kebakaran saya yang tanggung," ucap Laura, sapaan akrab Asmin Laura Hafid,  Selasa, 11 Januari seperti dilaporkan Antara

Laura juga telah mengunjungi 8 warga untuk memastikan kondisi kesehatan setelah kejadian. Dia meminta korban fokus dalam penyembuhan dan tidak usah memikirkan rumah yang terbakar. 

Kebakaran hebat terjadi di permukiman padat penduduk, Inhutani RT 10, Kelurahan Nunukan Utara, Minggu, 11 Januari sekitar pukul 18.30 Wita. Kejadian diduga bermula dari aksi seorang pelaku yang membakar rumahnya sendiri dan merembet ke 62 rumah penduduk. 

Tidak berhenti disitu, pelaku yang menenteng sebilah parang panjang ini mengamuk dan membacok warga yang ditemui. Delapan orang tercatat menjadi korban. 

Kedelapan korban penganiayaan yang sedang dirawat di RSUD Nunukan adalah Atikoh Nur Halifa (37) mengalami robek pada lengan kiri dan kanan serta perut, Muhammad Ilham alias Illang (20) luka di lengan kiri dan bahu kiri, Nur Afika (8) luka di bahu kiri, Habib (16) mengalami luka di leher bagian belakang.

Kemudian korban lainnya adalah Maslia (40) luka pada bahu kiri, lengan kanan dan dagu, Cakra (37) luka robek pada paha kiri, bibir atas dan lengan kiri, Muh Al Fakri (7) luka pada lengan kiri dan pelaku sendiri yang mengalami luka tembak pada perut dan penganiayaan pada bagian tubuhnya.