Survei Indo Barometer Pilkada Solo: Elektabilitas Gibran-Teguh 67,8 Persen, Penantang Independen Bajo 4 Persen
Paslon Pilkada Solo: Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa dan Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo)

Bagikan:

JAKARTA - Lembaga survei Indo Barometer merilis hasil survei mereka bertajuk Potret Nasib Dinasti Politik di Pilkada 2020. Hasil survei elektabilitas pasangan calon wali kota-wakil wali kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa unggul jauh dibanding penantangnya dari perseorangan atau independen Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo).

"Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa berpeluang melenggang mulus di Pilkada Kota Surakarta 9 Desember," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qudori dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Senin, 7 Desember.

Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara tatap muka pada 20-25 November. Survei melibatkan 400 responden dengan margin of error kurang lebih 4,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Dari hasil survei Indo Barometer, elektabilitas Gibran-Teguh mencapai 67,8 persen. Sementara lawannya yaitu Bajo hanya memiliki elektabilitas sebesar 4,0 persen.

"Dari head to head pasangan calon wali kota dan wakil wali kota pasangan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa unggul jauh dari pasangan Bagyo Wahyono-FX Supardjo yang hanya dipilih 4 persen. Sementara yang tidak akan memilih, rahasia, dan memutuskan tidak tahu, tidak jawab 28,3 persen," ujarnya.

Qudoroi memaparkan, Gibran secara konsisten memang lebih unggul dari lawan politiknya. Selain itu, tingkat kepuasaan saat sang ayah memimpin Kota Solo juga menjadi salah satu pendongkrak masyarakat kemudian memilih dirinya dan pasangannya dalam pemilihan mendatang.

"Gibran Rakabuming Raka secara konsisten unggul dalam berbagai variabel yang berpengaruh dalam pilkada sebagaimana terekam dalam survei yakni tingkat pengenalan, tingkat kesukaan, penilaian kepribadian, penilaian kemampuan, alasan memilih, dan kepuasan pada Jokowi saat menajabat Wali Kota Surakarta dan kepuasan saat Jokowi menjabat sebagai Presiden RI," jelasnya.

Namun survei ini juga memotret pandangan negatif yang membuat Gibran tidak diterima sebagai calon wali kota solo seperti dianggap belum berpengalaman, terlalu muda, dianggap sebaiknya jadi wakil lebih dahulu, dan disebut aji mumpung.

Namun, hal ini tidak akan menjadi penghalang karena Gibran diuntungkan dengan keadaan politik di Kota Solo di mana PDI Perjuangan yang menjadi partai asalnya unggul dan dominan di wilayah ini.

"Gibran Rakabuming Raka diuntungkan oleh tiga latar belakang politik di Kota Surakarta di mana PDIP unggul sangat dominan dalam pemilu legislatif 2014 dan 2019. Selain itu, calon gubernur PDIP unggul di Pilkada Gubernur Jateng 2013 dan 2016 serta calon presiden asal PDIP yang merupakan ayah kandung Gibran juga menang telak di Pilpres 2014 dan 2019," katanya.

Diketahui, anak sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka maju di Pemilihan Wali Kota Solo bersama pasangannya yaitu, Teguh Prakosa dan melawan calon independen Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo).

Gibran diusung PDI Perjuangan yang punya 30 kursi di DPRD Solo bersama sejumlah partai lainnya yaitu Gerindra, PAN, Golkar, serta PSI. Sedangkan pasangan Bajo membawa 38.831 dukungan warga Solo.