Survei SMRC: Duet Prabowo-Puan Berpotensi Kalah dari Anies-AHY
Survei SMRC/tangkapan layar

Bagikan:

JAKARTA - Lembaga survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil survei terbaru bertajuk “Kekuatan Calon Pasangan Capres Cawapres 2024”. 

Jika hanya ada dua pasangan calon di Pilpres 2024, SMRC merilis duet Prabowo Subianto-Puan Maharani berpotensi kalah dari pasangan Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Meskipun persaingan kedua pasangan ini cukup ketat.

"Peluangnya imbang 38 lawan 36,5. Ini akan ramai secara statistik. Tapi ini artinya Ganjar tidak masuk," ujar pendiri SMRC Saiful Mujani melalui program ‘Bedah Politik bersama Saiful Mujani’ di kanal YouTube SMRC TV pada Kamis, 22 September. 

Tapi Saiful menuturkan Prabowo mengalami pelemahan dan Anies mengalami penguatan secara sangat signifikan setelah Puan pindah dari Anies ke Prabowo. Hasil ini didapat setelah sebelumnya, Anies disimulasikan berpasangan dengan Puan. 

"Prabowo-Puan 38 persen, Anies-AHY 36,5 persen. Padahal ketika tiga pasangan Prabowo 41,7 persen dan Anies-Puan hanya 26,5 persen," ungkap Saiful. 

"Kalau pasangan ini yang maju, peluang Anies cukup terbuka untuk memenangkan Pilpres," imbuhnya. 

Saiful menjelaskan, selama ini Prabowo lebih banyak dikenal oleh publik dibanding Anies. Jika posisi kedikenalan sama yakni tahu Puan, Prabowo, Anies, dan AHY, maka prospek pasangan Anies-AHY lebih bagus dibanding pasangan Prabowo-Puan. 

"Anies-AHY didukung 48,5 persen sementara Prabowo-Puan 35,8 persen. Sisanya menyatakan belum tahu," jelas Saiful. 

Saiful juga menyimpulkan, PDIP akan sulit memenangkan pilpres jika Puan menjadi calon presiden maupun calon wakil presiden. Sebab, kata dia, Puan menjadi titik lemah bagi pasangan capresnya. 

“Puan Maharani dipasangkan dengan siapa pun tidak cukup membantu PDIP untuk memastikan partai ini akan kembali memiliki presiden nanti,” pungkas Saiful Mujani.

Survei ini dilakukan secara tatap muka pada 5-13 Agustus 2022. Survei melibatkan 1.220 responden dari populasi seluruh warga negara Indonesia yang dipilih secara acak. 

Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen (asumsi simple random sampling).