Menteri Edhy Prabowo Ditangkap, Mahfud: Saya akan <i>Back Up</i> KPK agar Tak Diintervensi
Meteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD (Wardhany Tsa Tsia/VOI)

Bagikan:

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengunggah cuitan terkait kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Lewat akun Twitternya @mohmahfudmd mengatakan bagaimana tanggapan Ketua KPK Firli Bahuri ketika disinggung mengenai sepinya kegiatan penindakan korupsi di KPK.

“Saya selalu mengingatkan kepada teman-teman di KPK tentang apa yang pernah disampaikan oleh Ketua KPK Firli Bahuri kepada saya, 'Biarlah orang mengatakan bahwa kami tidak baik, tapi kami akan berusaha keras utk berbuat baik',” kata Mahfud lewat cuitannya akun Twitter miliknya, Rabu, 25 November.

“Saya jawab, 'Lakukan, saya akan back up agar Anda tak diintervensi',” lanjut Mahfud.

Hanya saja, tak ada keterangan lebih lanjut apakah cuitan Mahfud tersebut berkaitan dengan penangkapan terhadap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Namun, cuitan itu diunggah Mahfud bersamaan dengan penangkapan Edhy.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri membenarkan jika anak buahnya menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. 

Penangkapan ini dilakukan oleh tim penindakan setelah Edhy dan rombongan tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang tepatnya di Terminal 3 dari Honolulu, Hawai, Amerika Serikat.

"Tadi malam Menteri KP diamankan KPK di Bandara 3 Soetta saat kembali dari Honolulu," kata Firli dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu, 25 November.

Eks Deputi Penindakan ini mengatakan, Edhy ditangkap karena diduga terlibat korupsi dalam penetapan ijin ekspor benur atau bibit lobster.

"Sekarang beliau di KPK untuk dimintai keterangan. Mohon kita beri waktu tim kedeputian penindakan bekerja dulu," ungkapnya.