Bagikan:

TANGERANG - SPBU Pertamina Karawaci Tangerang kehabisan bahan bakar pertalite dan pertamax sejak, Kamis, 31 Maret, sekiranya siang hari. Hal ini membuat para pengendara roda empat dan dua, khususnya pengguna pertalite, kepanikan mencari jenis bahan bakar tersebut.

Pantauan VOI di SPBU Karawaci, Kota Tangerang, terlihat empat orang pelayan SPBU mengenakan pakaian warna hijau berjaga di tempat tersebut.

Mereka berdiri sambil mengingatkan pengendara yang datang, bila SPBU di tempatnya telah kehabisan stok dari siang hari lalu.

Riki, salah satu petugas, mengatakan di SPBU Karawaci telah kehabisan stok pertalite sejak Kamis, 31 Maret, siang hari. Untuk pertamax, lanjutnya, mulai kehabisan stok sejak pukul 22.00 WIB.

“Semuanya tadi pada datang, karena tau bakal ada kenaikan bensin. Jadi pertalite sudah habis dari siang, kalau pertamax habis tadi jam 10 (malam),” kata Riki saat ditemui di SPBU Pertamina Karawaci, Jumat, 1 April, pukul 00.47 WIB.

Riki menuturkan, saat bahan bakar di tempatnya hanya tersisa pertamax. Antrean pengendara sangat panjang bahkan hingga ke jalan.

“Rame banget tadi, sampai ke jalan raya,” tuturnya.

Riki menduga ada pengurangan, sehingga stok di tempatnya ada kehabisan bahan bakar.

“Biasa mas, kayanya mah ada dikurangin,” tandasnya.

Sebagai informasi, PT Pertamina (Persero) secara resmi melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) untuk BBM Jenis RON 92 atau pertamax. Berlaku mulai tanggal 1 April mulai pukul 00:00 waktu setempat, BBM Non Subsidi Gasoline RON 92 (pertamax) disesuaikan harganya menjadi Rp12.500 per liter (untuk daerah dengan besaran pajak bahan bakar kendaraan bermotor /PBBKB 5 persen), dari harga sebelumnya Rp9.000 per liter.

Dalam keterangan resmi di laman Pertamina, BBM jenis pertamax di Provinsi Bali dan Nusa Tenggara ditetapkan sebesar Rp12.500 sementara untuk BBM jenis pertalite tidak mengalami kenaikan dan tetap di harga Rp7.650.