Kader Demokrat Panca Twit ‘Paha Mulus Calon Wawalkot Tangsel’, APPI Siap Somasi
Ilustrasi (Pixabay)

Bagikan:

JAKARTA - Advokat Peduli Perempuan Indonesia (APPI) siap mengajukan somasi terhadap pihak-pihak yang diduga melakukan tindak pelecehan seksual secara fisik maupun verbal, termasuk lewat media sosial.

Hal ini disampaikan Juru Bicara APPI Sutra Dewi menanggapi cuitan yang dituliskan kader Demokrat Cipta Panca Laksana melalui akun Twitternya @panca66 yaitu, 'paha calon wakil wali kota Tangsel itu mulus banget.' Dewi menduga, cuitan ini ditujukan untuk Rahayu Saraswati Djojohadikusumo meski Panca tak menyebutkan nama.

"Diduga twit tersebut ditujukan kepada Rahayu Saraswati Djojohadikusumo yang merupakan satu-satunya bakal calon/calon wakil wali kota perempuan dalam Pemilihan Wali Kota-Wakil Wali Kota Tangsel," kata Dewi dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Senin, 7 September.

Tulisan Panca itu, menurut dia, memiliki muatan pelanggaran terhadap kesusilaan dan sebagaimana Pasal 27 Ayat 1 UU ITE dan dapat diduga sebagai pelecehan seksual.

Dalam Pasal 27 Ayat 1 UU ITE itu disebutkan: setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar hukum.

Sehingga selain mengutuk keras perbuatan pelecehan seksual, APPI juga mengaku siap melakukan somasi terhadap pihak yang diduga pelaku pelecehan.

"APPI menyatakan mengutuk keras setiap perbuatan yang diduga melecehkan harkat dan martabat wanita serta kekerasan seksual kepada perempuan, baik secara fisik maupun verbal termasuk lewat media sosial. Kami akan mensomeer secara tetrbuka setiap orang yang melakukan pelecehan, perbuatan asusila serta yang merendahkan harkat dan martabat," tegas Dewi.

"APPI siap mengadvokasi seluruh wanita korban perbuatan yang tidak pantas serta melawan hukum," imbuhnya.

Sebelumnya, calon wakil wali kota Tangsel Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mengaku kecewa karena ada tokoh politik senior yang memberikan contoh kepada masyarakat untuk mengobjektifikasi seorang calon kepala daerah.

"Ya, dikatakan bahwa tidak mencantumkan nama. Maka bisa saja yang beliau maksud adalah calon wakil wali kota yang lainnya yang notabene laki-laki semua. Mungkin saja. Namun sikap saya jelas. Tidak ada toleransi atas pelecehan seksual verbal sekalipun," kata Sara dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 5 September.

Sebagai orang yang menaruh perhatian bagi perempuan dan anak, Sara menilai saat ini sudah terlalu banyak perempuan yang mengalami dan memaklumi pelecehan seksual. Hal ini, kata dia, harus dihentikan.

"Saya sebagai aktivis perempuan dan anak menyayangkan adanya kejadian ini dan para pelaku harus tahu kalau hal tersebut tidak meninggikan derajat perempuan tapi melukai martabat perempuan terutama contohnya para atlet olahraga perempuan," tegas Sara.

"Silakan masyarakat yang menilai tetapi saya berpihak kepada para korban pelecehan seksual dan menyatakan bahwa hal ini tidak perlu mereka hadapi sendiri dan memang harus ada perbaikan sikap lewat pendidikan tentang akhlak dan karakter dan budi pekerti," imbuh keponakan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ini.