Insiden Ditabraknya Iptu JM karena Penyamaran Petugas Diketahui Bandar Narkoba
Layar tangkap CCTV di lokasi kejadian ditabraknya Iptu JM

Bagikan:

JAKARTA - Upaya penyamaran petugas Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat sebagai pembeli sabu ternyata dicurigai oleh bandar narkoba pemilik 35 kilogram sabu. Usaha transaksi "undercover buy" penyamaran polisi di jalur darat, Rest Area Km 208, Tol Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, berakhir dengan ditabraknya Iptu JM.

Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Indrawienny Panjiyoga mengatakan, insiden tersebut bermula dari pengembangan kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu di wilayah Jakpus.

Polisi kemudian mendapatkan petunjuk yang akhirnya mengarah kepada bandar sabu. Petugas kepolisian lalu melakukan penyamaran dengan berpura-pura menjadi pembeli sabu.

"Kita pun kemudian bertransaksi di daerah Cirebon itu," kata Kasat saat dihubungi wartawan, Senin 22 November.

Selanjutnya, tempat transaksi disepakati di Rest Area Km 208 Tol Palimanan, Cirebon, Jawa Barat. Ada dua anggota polisi yang ditugaskan untuk menyamar sebagai pembeli.

"Saat akan melakukan transaksi, TO (target operasi) ini agak curiga akhirnya dia melarikan diri. Kita cegat, anggota yang di depan (Iptu JM) ditabrak sama dia," ujarnya.

Petugas kepolisian lalu berupaya mengejar bandar narkoba tersebut. Pada akhirnya, polisi berhasil menemukan mobil yang digunakan bandar narkoba itu.

Bandar narkoba yang berjumlah dua orang sudah meninggalkan mobil tersebut. Namun, barang bukti sabu sebanyak 35 Kg masih ada di mobil itu dan langsung diamankan pihak kepolisian.

"Mobil sudah ditemukan. Total ada 35 bungkus sabu yang kami amankan, per bungkusnya 1 kilogram," kata Kasat.
Sebelumnya diberitakan, Polres Metro Jakarta Pusat membentuk tim khusus gabungan dari personel Satuan Reserse Kriminal dan Satuan Reserse Narkoba Polrestro Jakpus untuk memburu dua bandar narkoba yang lolos dari penyergapan di Rest Area, Kawasan Cirebon, Jawa Barat.

"Polres Jakpus membentuk timsus untuk kejar bandar narkoba yang lindas anggota Polri," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Hengki Hariyadi kepada VOI, Senin 22 November.

Meski sang bandar berhasil lolos dari penyergapan, Kapolres mengatakan, narkoba yang diamankan bernilai fantastis.
"Nilai sabu yang di sita kurang lebih Rp53 miliar dan bisa menyelamatkan 250.000 jiwa,"
ujarnya.