Awan Gelap di Musim Semi Gelaran Musik

Awan Gelap di Musim Semi Gelaran Musik

Penonton Lokatara Fest 2019 (Instagram/@lokatarafest)

Bagikan:

Akhir pekan lalu, kabar mengejutkan datang dari Lokatara Fest 2019. Secara tiba-tiba, penyelenggara batal membawa enam headliners-nya ke panggung festival. Sebelumnya, Jakarta Rock Space batal digelar. Konser 25 tahun band GIGI pun begitu. Ari Lasso mengalami lebih dulu ketika promotor yang ia sebut tak profesional menyebabkan batalnya konser 27 tahun. Deretan kegagalan penyelenggara jelas jadi catatan. Ada apa sebenarnya? Bukankah musim semi gelaran musik baru saja dimulai? Selamat datang di Seri Tulisan khas VOI, "Mengusik Gelaran Musik".

 

Sabtu pagi menjelang siang, 26 November, sebuah grup pertemanan di aplikasi WhatsApp kami tiba-tiba ramai. Seorang kawan mengirimkan sebuah kicauan yang diunggah Adib Hidayat, Editor in Chief Billboard Indonesia. Adib mengunggah tangkapan Instastory sejumlah band internasional yang sedianya main di Lokatara Fest 2019 hari itu.

The Drums, Sales, Alex TBH, Gus Dapperton, Great Good Fine OK, hingga Sophie Meiers memberi pernyataan senada tentang batalnya mereka mentas di Lokatara Fest 2019. Kata-kata hujatan memenuhi perbincangan dalam grup saat itu. Wajar. Beberapa kawan sudah membayar Rp440 ribu untuk satu tiket. Berpindah ke linimasa Twitter, kami melihat lebih banyak kemarahan.

"Kelar, bro. Dagang jus aja di depan Alfamart," tulis @ljatulah. Akun @indiedo menulis: Saya mau refund 3 tiket. Infokan segera caranya gimana. DM di semua platform enggak ada respons. Lainnya, @nejoux menulis: Refund, dong. Kecuali lo bisa balikin Sales, Gus & Sophie.

Lokatara sejatinya bukan pemain baru. Lokatara Fest 2019 adalah gelaran kedua setelah 2018 mereka berhasil mengundang sejumlah penampil mancanegara tanpa masalah. Sebut saja, Boy Pablo, Mellow Fellow, Rice Wine, dan Yung Heazy. Lokatara Fest adalah festival musik yang mengangkat perpaduan musik variatif dari dalam dan luar negeri.

Sebelum dua seri Lokatara Fest, promotor hijau asal Jakarta juga telah menggelar berbagai gelaran musik. Dua seri Lokatara Project yang membawa banyak nama musisi independen lokal berhasil dihelat pada Juli dan September 2018. Yang berskala internasional, kita dapat melihat dua seri Lokatara Live, di mana mereka berhasil mendatangkan penyanyi Thailand Phum Viphurit dan Lamp.

Kembali ke Lokatara Fest 2019. Belakangan, penyelenggara mengakomodir permintaan para pembeli tiket soal pengembalian uang. Info terkait prosedur pengembalian uang diumumkan satu hari usai acara digelar. Penyelenggara menerapkan dua kategori pengembalian uang. Pertama, bagi mereka yang tetap datang ke Kuningan City Ballroom, tempat acara diselenggarakan. Kedua, untuk mereka yang sama sekali tak datang.

Bagi kategori pertama, penyelenggara akan mengembalikan uang sejumlah harga beli tiket dengan selisih harga tiket on the spot. Sedang untuk kategori yang kedua, jumlahnya utuh. "Misalkan harga tiket yang dibeli seharga Rp550 ribu. Berarti akan kami transfer senilai Rp251 ribu yang merupakan selisih antara harga tiket yang dibeli dengan harga tiket on the spot kemarin," tulis admin Instagram membalas pertanyaan @blueanddorange di kolom komentar.

Memang, batalnya enam penampil tak serta merta membatalkan gelaran. Sederet penampil seperti Mantra Vutura, White Shoes and The Couples Company, The Adams, Reality Club, hingga Svmmerdose tetap beraksi. Dari negeri luar, musikus muda asal Amerika Serikat, Peachy! jadi sedikit pelipur, meski belakangan ada masalah yang juga meliputi keterlibatannya di Lokatara Fest 2019.

 

Pertanyaan

Hari itu, isu tentang penyelenggara yang lalai membayar para penampil jadi kabar yang paling kencang berembus. Sebuah tangkapan percakapan antara seorang pengguna Instagram dengan Sophie Meiers beredar. Dalam percakapan yang dilakukan melalui fitur Direct Message itu, Sophie menjelaskan bahwa penyelenggara Lokatara Fest 2019 belum menyelesaikan pembayaran dan menyiapkan hotel untuknya.

 

Penyelenggara membantah. Menurut mereka, segala urusan dengan penampil telah diselesaikan. Batalnya enam penampil naik ke panggung, menurut mereka justru disebabkan oleh keputusan sepihak yang dilakukan salah satu penampil yang tak mereka sebutkan secara detail.

"Kami sangat menyesal mengumumkan kepada kalian bahwa pagi ini mendapat kabar The Drums, Sales, Alex TBH, Gus Dapperton, Great Good Fine OK, dan Sophie Meiers batal tampil. Enggak ada dari kami yang pengin hal ini terjadi, tapi udah di luar kemampuan kami," tertulis di akun Instagram Lokatara.

Pertanyaan lain bagi penyelenggara kembali muncul. Usai mentas, Peachy! membeberkan segala kekacauan yang ia alami sepanjang festival. Pertama, soal jadwal tampil. Awalnya, Peachy! dijadwalkan naik panggung pada 17.00 WIB selama 45 menit. Namun, setelah enam penampil lain batal, penyelenggara menggeser Peachy! ke pukul 20.00 WIB dengan jatah 30 menit mentas.

"Saya menikmati crowd-nya dan menghabiskan waktu bersama teman-teman di Jakarta. Masalah ini tak memengaruhi penilaian Saya soal Indonesia yang sangat indah. Tapi, Lokatara Fest sudah melanggar kontrak, berbohong, dan menahan uangku," tulis Peachy! di Instastory Instagramnya.

Persoalan lain diungkap Peachy!. Soal keterlambatan pembayaran, misalnya. Menurut penyanyi 18 tahun itu, seharusnya penyelenggara melunasi pembayarannya 30 menit usai ia manggung. Namun, ia harus menunggu lebih lama. Lainnya, Peachy! juga berkeluh kesah soal paspornya yang ditahan imigrasi akibat permasalahan visa yang seharusnya jadi hajat penyelenggara.

Penahanan paspor itu membuatnya melewatkan penerbangan pulang ke Amerika Serikat. Kami telah berupaya menghubungi penyelenggara untuk memberi klarifikasi soal berbagai kekalutan ini. Namun, hingga tulisan ini dibuat, belum ada jawaban.

Lainnya

Lokatara Fest 2019 barangkali tetap maju meski kehilangan enam penampil utamanya. Hal yang lebih buruk terjadi pada sejumlah gelaran musik lain dalam 30 hari belakangan. Konser Perjalanan Panjang merayakan 27 tahun Ari Lasso berkarya, misalnya yang gagal terselenggara.

Konser yang harusnya digelar pada 16 Oktober di The Kasablanka Jakarta itu terpaksa dibatalkan karena promotor yang Ari sebut tak profesional. "Maaf, konser malam ini tidak bisa tergelar. Semoga ada pelajaran untuk kita semua," tutur Ari dalam keterangannya.

"Bahwa masih ada pihak yang tidak profesional dalam menjalankan kewajibannya. Kenapa di saat akhir saya umumkan, karena saya dan teman-teman lain masih punya niat baik menunggu hingga detik ini," tambah Ari.

Selain di Jakarta, konser tersebut sejatinya juga akan dihelat di kota-kota lain, seperti Medan, Solo, hingga Kuala Lumpur, Malaysia. Dalam konser tersebut, Ari Lasso bekerja sama dengan promotor Optimus One dan Concerts.id. Harga tiket konser tersebut berkisar antara Rp400 ribu untuk kategori Early Bird Festival A hingga Rp800 ribu untuk kelas VIP.

Setelah Ari Lasso, grup band GIGI turut mengalami kesialan yang sama. Konser bertajuk 25 Tahun GIGI yang seharusnya digelar di Yogyakarta pada 2 November itu batal. Kabar pembatalan itu disampaikan melalui foto dan video yang diunggah akun Instagram resmi GIGI.

"Dengan ini kami sampaikan bahwa karena satu dan lain hal, maka acara #25TAHUNGIGI yang seharusnya diadakan di Yogyakarta pada 2 November 2019 ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan," Armand mewakili rekan-rekannya di GIGI.

Bagi GIGI, pembatalan ini begitu menyesakkan. Sebab, sebelumnya, konser tersebut direncanakan digelar pada 14 September. Namun, kemudian diputuskan untuk diundur ke tanggal 2 November. Berbeda dengan Ari Lasso, GIGI tak menjelaskan detail penyebab pembatalan itu. 

"Mohon maaf sebesar-besarnya kepada sahabat-sahabat dan juga GIGIKITA di seluruh Indonesia tercinta. Bahwa update selanjutnya akan kami informasikan segera. Keep the peace, love, and respect," terimbuh dalam keterangan.

Yang teranyar sebelum Lokatara Fest 2019, sebuah festival rock bertajuk Jakarta Rock Space juga urung diselenggarakan. Seperti konser GIGI, Jakarta Rock Space juga dibatalkan setelah perhelatannya sempat ditunda.

Semula, Jakarta Rock Space rencananya digelar pada 18 Oktober. Namun, karena berdekatan dengan acara pelantikan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin, maka perhelatan diundur ke tanggal 30 Oktober. Namun, satu hari jelang perhelatan, Garuda Nation selaku penyelenggara mengumumkan pembatalan pesta distorsi yang seharusnya digelar di Livespace SCBD Lot 8, Jakarta, Alhasil, festival yang seharusnya mempertemukan God Bless, Edane, Jamrud, hingga NTRL gagal.

"Kami dari pihak Garuda Nation selaku penyelenggara acara konser Jakarta Rock Space, dengan berat hati mengumumkan bahwa Jakarta Rock Space yang sedianya digelar hari Rabu, 30 Oktober 2019, terpaksa dibatalkan, karena adanya sejumlah kendala," tulis Garuda Nation di akun media sosial resminya.

Artikel Selanjutnya: Woodstock dan Festival Lain yang Berujung Bencana