Ditegur PDIP Karena Dukung Ganjar, Albertus Sumbogo: Makin Ditekan, Makin Melawan

JAKARTA - Wakil Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Purworejo, Albertus Sumbogo menjelaskan soal pemanggilan dirinya oleh Badan Kehormatan DPP PDIP pada Jumat, 15 Oktober lalu.

Ia mengaku ditegur partainya terkait dukungannya kepada Ganjar Pranowo untuk maju menjadi Calon Presiden (Capres) 2024.

"Saya diperingatkan secara lisan terkait dengan kedudukan struktural saya di DPC PDI Perjuangan Kabupaten Purworejo," ujar Albertus, Senin, 18 Oktober.

Namun, dia merasa heran dengan peringatan lisan tersebut. Sebab kata dia, mendukung Ganjar adalah bagian dari menyerap aspirasi masyarakat.

"Bagi saya ini membingungkan, di satu sisi peran partai dan kader partai diminta untuk menampung aspirasi masyarakat. Sedangkan di sisi lain struktural partai dilarang deklarasi dukungan atas aspirasi tersebut," jelasnya.

Meski mendapat teguran dan peringatan DPP PDIP, Albertus Sumbogo mengatakan akan terus menyuarakan Ganjar Pranowo sebagai Capres 2024.

"Peringatan lisan akan semakin menstrukturisasi gerakan dukungan kepada Pak Ganjar Pranowo untuk dapat menjadi Capres 2024. Semakin kami ditekan, kami akan semakin melawan," tukasnya.

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan memanggil pengurus DPC PDIP Purworejo, Albertus Sumbogo terkait polemik banteng vs celeng. Albertus mencetuskan Barisan Celeng Berjuang, usai ditegur lantaran mendeklarasikan Seknas Ganjar Indonesia (SGI).

Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) bidang kehormatan, Komaruddin Watubun, menjelaskan pimpinan pusat partai meminta keterangan Albertus Sumbogo yang mendeklarasikan kelompok relawan pendukung Ganjar Pranowo.

“Kita panggil untuk klarifikasi yang bersangkutan. Namun kita tadi panggil juga beberapa anggota DPR RI yang kurang aktif rapat karena alasan pandemi,” ujar Komaruddin Watubun.

Menurutnya, pemanggilan tersebut dilakukan sebagai bagian dari mekanisme internal partai. Sebab, hasil Kongres Partai mengamanatkan soal calon presiden-cawapres diputuskan sepenuhnya oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

Sehingga, kata dia, siapa pun kader partai sejak awal sudah diinstruksikan untuk tak terlibat dalam deklarasi-deklarasi kelompok relawan capres-cawapres.