Kisah Manoj Punjabi, Bos Perfilman yang Pernah Dipecat Sebuah Perusahaan

JAKARTA - Nama Manoj Punjabi tersohor di dunia perfilman. Produser film ini merupakan salah satu contoh sosok yang sukses dalam bisnis tersebut. Tetapi, tak banyak yang tahu kesuksesannya diperoleh dengan susah payah.

Bertahun-tahun sebelum kesuksesan yang didapat saat ini, Manoj Punjabi merupakan sosok pemuda biasa. Namun, dia bekerja keras dengan bakat seni yang ada padanya.

Bahkan, sejak lulus dari dunia pendidikan di tahun 1992, pria ini langsung memutuskan untuk terjun ke dunia perfilman. Saat itu, orang tuanya tak merestuinya.

"Saya mau masuk di bidang film karena keluarga saya di perfilman, katanya enggak boleh karena lagi ancur-ancurnya industri film," ucap Manoj Punjabi dikutip dikutip dari channel YouTube Boy William, Selasa, 21 Juli.

>

Akhirnya, Manoj muda memilih bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan di bidang kertas dan pulp. Tetapi, tak bertahan lama. Hanya 3 bulan, setelah itu dia dipecat dari perusahaan tersebut.

Pemecatan dianggap hal buruk beberapa orang. Tetapi, bagi Manoj hal itu justru dijadikan pemacu untuk menjadi lebih baik.

Sehingga, dia bangun dari keterpurukan dan mencoba membangun bisnis baru. Dunia tekstil yang kemudian coba digelutinya. Dengan berbekal ilmu seadanya, Manoj belajar untuk mengekspor pakaian.

Bersama belasan karyawan, Manoj berjibaku dengan segala rintangan. Memesan bahan mentah sampai menjahit dilakoninya. Dari bisnis ini dia merambah ke dunia pertelevisian.

Hingga tepat pada 2002, pria ini membulatkan tekadnya untuk benar-benar terjun di dunia perfilman.

"2002 saya memulai MD dan saya ingin membuat suatu perubahan," kata Manoj

Meski sudah mendirikan perusahaan perfilman, bukan berarti kehidupan Manoj langsung berubah total. Berbagai rintangan mesti dilewati terlebih dahulu sebelum sampai seperti yang sekarang.

Mulanya, hanya dengan 5 karyawan, Manoj mengembangkan bisnisnya. Selangkah demi selangkah usaha yang dicintainya berkembang dengan pesat.

Dalam menjalani bisnis yang dipilih sebagai jalan hidupnya, ada tiga pedoman yang terus dipegang teguhnya. Pedoman itulah yang membuat dirinya tak pernah pantang menyerah.

"Saya punya tagline. Never give up, i want it now, no free lunch. Saya sering ulang," ungkapnya.

Dalam perjalanan bisnisnya, kegagalan bukanlah hal yang baru baginya. Bukan hanya satu atau dua kali dia gagal. Tetapi, menurut Manoj kegagalan harus dialami jika ingin apa yang dilakukan menjadi sebuah kesuksesan.

"Tentu saja pernah gagal. Saya menyukai kalimat ini, 'Mengapa kita jatuh(gagal)? Agar kita belajar untuk membangun diri ke atas (lebih baik) lagi'. Saya sangat menyukainya, itu kalimat yang sangat menginspirasi saya. Ketika kita jatuh, ketika kita gagal, selanjutnya kita akan berhasil. Itu hanya perihal waktu," paparnya.

Di akhir perbincangan, Manoj mengatakan, jangan pernah takut untuk gagal. Sebab, sampai detik ini pun kegagalan masih menerpanya. Tetapi, di balik kegagalan, kesuksesan pasti menanti.

"Kamu harus gagal untuk sukses, kalau tidak kamu tidak akan bisa. Tentu saja saya terkadang masih gagal, tetapi itu adalah perjalanan kesuksesan saya," tandasnya.