Khofifah Lapor Kasus COVID-19 Jatim Turun, Jokowi: Saya Tetap Minta Hati-hati

JAKARTA - Presiden Joko Widodo mendapat laporan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengenai kasus COVID-19 dan keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) khusus COVID-19 di daerahnya terus menurun.

Kasus COVID-19 mingguan di Jawa Timur mengalami penurunan 4.407 kasus. Lalu, BOR isolasinya saat ini sudah turun menjadi 42 persen dan BOR ICU 59 persen.

Namun, Jokowi tetap meminta Khofifah serta pemerintah kabupaten/kota di Jawa Timur untuk hati-hati mewaspadai terhadap penularan COVID-19 di daerahnya. Terlebih, saat ini varian baru COVID-19 terus bermunculan.

Hal ini disampaikan Jokowi dalam pengarahan kepada Forkopimda Jawa Timur di Madiun pada 19 Agustus 2021.

"Oke, BOR-nya turun, kasus aktif turun, tapi saya tetap minta semuanya hati-hati, waspada mengenai yang namanya COVID ini. Jangan sampai ada varian baru datang karena bermutasi dan kita tidak waspada, tahu-tahu meledak menjadi jumlah yang sangat banyak," kata Jokowi dalam tayangan Youtube Sekretariat Presiden, Jumat, 20 Agustus.

Jokowi mengulas kembali perkembangan kasus COVID-19 yang terjadi selama beberapa bulan terakhir. Ia menuturkan, kasus COVID-19 harian pernah melandai sekitar 3.500 per hari pada 18 Mei.

Namun, kasus kembali mulai meningkat yang diawali di Kudus dan Bangkalan. Sampai akhirnya, peningkatan kasus juga terjadi pada daerah lain seperti di Jakarta, Indramayu, hingga Medan.

"Munculnya di tempat lain karena memang barang ini enggak keliahatan. (Kasus) langsung melompat ke 56.000. Bahkan, tim yang ada di kanan kiri saya, 'Pak Ini kalau tidak bisa dihentikan, Agustus akan muncul di 80.000, September itu di 160.000 kalau eggak bisa menghentikan, bisa di atas India kita'," tutur Jokowi.

"Sehingga saat itu saya sampaikan ke Panglima TNI dan Kapolri, tidak ada kerjaan lain. yang ada adalah menghentikan ini, jangan sampai melompat 80.000 lompat ke 160 ribu itu. Sekali lagi, hati-hati mengenai ini," lanjutnya.

Karenanya, Jokowi berharap semua kepala daerah di Jawa Timur bertanggung jawab atas perkembangan kasus pada derahnya masing-masing. Selain itu, Jokowi juga meminta Pangdam dan Kapolda Jawa Timur untuk segera memindahkan pasien yang melakukan isolasi mandiri ke isolasi terpusat.