Ini Kata Antonio Conte soal Peluang Scudetto Inter Milan

JAKARTA - Inter Milan berhasil mengalahkan Sampdoria 2-1 dalam laga pertama Serie A sejak ditangguhkan tiga bulan akibat pagebluk COVID-19. Pelatih Antonio Conte optimistis timnya masih berpeluang meraih Scudetto.

Dalam laga yang digelar di Stadion San Siro, Minggu, 21 Juni malam waktu setempat, duet maut Nerazzurri, Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez mencetak dua gol kemenangan Inter di babak pertama.

Kedua pemain memperlihatkan Chemistry apik sekaligus memperbaiki performa mereka dari penampilan buruk saat dikalahkan Napoli di semifinal Coppa Italia.

Kini Inter menempati posisi tiga dan terpaut enam poin di belakang pemimpin Juventus setelah melalui 26 pertandingan. Mereka terpaut lima poin dari Lazio dalam perebutan medali perak alias peringkat kedua Liga Italia.

"Malam ini, kami tidak punya pilihan selain mendapatkan kemenangan sehingga kami bisa menutup selisih menjadi enam poin," kata pelatih kepala Conte dalam konferensi pers setelah pertandingan. Melansir Football Italia, Senin.

"Kami mendorong harapan bahwa kami dapat mencapai sesuatu yang luar biasa. Memang benar kami bisa menyegel kemenangan lebih awal dengan memanfaatkan lebih banyak peluang kami, tetapi sebaliknya kami kebobolan pada upaya pertama Sampdoria dan menjadi sedikit cemas. Itu adalah kinerja yang baik, bagaimana pun."

Mantan pelatih Chelsea dan Juventus mengulang, masalah Inter bukanlah kebugaran melainkan ketidakmampuan para pemainnya memanfaatkan peluang.

"Itu yang juga terjadi di Coppa Italia melawan Napoli. Yang dibutuhkan hanyalah satu keberuntungan dan semuanya (gelar) siap untuk diperebutkan lagi," sambung legenda Juventus.

"Saya berharap permainan ini akan membantu kami menyadari bahwa kami harus membunuh - dalam arti olahraga - lawan dan membunuh permainan ketika kami memiliki kesempatan."

>

Inter selanjutnya akan bertemu Sassuolo pada Rabu dan Conte tidak ingin anak asuhnya lengah. Sang juru racik meminta mereka untuk tidak melakukan kesalahan.

"Kami unggul enam poin dengan 12 putaran tersisa. Tidak ada margin untuk kesalahan, sedangkan Lazio dan Juventus bisa saja memiliki kesalahan aneh tetapi mereka bisa bangkit begitu saja," kata Conte.

"Inilah sebabnya mengapa perlu keganasan di depan gawang, karena dengan keunggulan yang kuat, kami kemudian bisa bersantai mengusasi bola."