Profil Chatib Basri, Ekonom yang Dirumorkan Gantikan Purbaya sebagai Menkeu

YOGYAKARTA - Nama Chatib Basri kembali menjadi sorotan publik usai dirumorkan akan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan. Meskipun belakangan rumor tersebut dibantah oleh Chatib sendiri, banyak pihak kembali menyoroti rekam jejaknya sebagai teknokrat berpengaruh dan pengalaman panjangnya yang membuatnya layak kembali mengisi posisi penting tersebut.

Lantas, siapa sebenarnya Chatib Basri? Dilansir dari berbagai sumber, berikut pembahasannya.

Profil Chatib Basri

Bernama lengkap Muhammad Chatib Basri, lahir di Jakarta pada 22 Agustus 1965. Ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Kolese Kanisius sebelum melanjutkan studi ekonomi di Universitas Indonesia. Setelah meraih gelar sarjana, ia melanjutkan pendidikan magister dan doktoral di Australian National University dengan fokus pada ekonomi pembangunan.

Karier akademiknya berkembang pesat seiring dengan reputasinya sebagai peneliti ekonomi. Ia banyak meneliti isu perdagangan internasional, makroekonomi, dan ekonomi politik. Selain itu, ia aktif sebagai pengajar dan peneliti di lingkungan kampus, khususnya di LPEM FEB UI.

Kariernya di pemerintahan mulai menanjak ketika Susilo Bambang Yudhoyono menunjuknya sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal pada 2012. Kemudian pada 21 Mei 2013, ia dipercaya menggantikan Agus Martowardojo sebagai Menteri Keuangan.

Sebagai Menteri Keuangan periode 2013-2014, Chatib Basri menghadapi tantangan besar akibat gejolak ekonomi global. Fenomena “taper tantrum” dari Amerika Serikat membuat arus modal keluar dari negara berkembang, termasuk Indonesia. Dalam situasi tersebut, ia dinilai mampu menjaga stabilitas fiskal dan kepercayaan investor.

Setelah tidak lagi menjabat di pemerintahan, kiprah Chatib Basri tetap berlanjut di level internasional. Ia pernah menjadi Senior Fellow di Harvard Kennedy School dan Visiting Scholar di Harvard Center for International Development. Peran ini menunjukkan pengakuan global terhadap kapasitas intelektualnya.

Tidak hanya itu, ia juga terlibat dalam berbagai lembaga internasional seperti World Bank. Chatib bahkan menjadi bagian dari dewan penasihat terkait isu pembangunan dan ekonomi global. Keaktifannya ini memperkuat posisinya sebagai ekonom kelas dunia.

Saat ini, Chatib Basri masih aktif mengajar di Universitas Indonesia dan terlibat dalam berbagai forum ekonomi global. Sebagai teknokrat independen tanpa afiliasi partai politik, Chatib dikenal memiliki pendekatan objektif dalam merumuskan kebijakan. Pandangannya kerap menjadi rujukan bagi pemerintah, pelaku usaha, hingga investor.

Jika melihat pengalaman dan kapasitas intelektualnya, tidak heran jika nama Chatib Basri kembali muncul ke permukaan di tengah anjloknya nilai tukar rupiah dan besarnya gejolak ekonomi global.

Selain pembahasan di atas, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI.ID. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!