BNPB: Banjir dan Angin Kencang Terjang Jakarta hingga Tangerang, Ribuan Warga Terdampak

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat serangkaian bencana hidrometeorologi melanda sejumlah wilayah di Indonesia selama periode 27-28 Mei. Hujan deras disertai angin kencang memicu banjir dan kerusakan rumah di Jakarta, Tangerang, hingga Kalimantan Selatan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan cuaca ekstrem selama masa peralihan musim kemarau masih berpotensi memicu bencana di sejumlah daerah.

"Sejumlah peristiwa bencana dari dampak cuaca ekstrem yang ditandai dengan intensitas curah hujan rendah hingga tinggi dan dapat disertai petir serta angin kencang akibat fenomena peralihan musim kemarau terjadi di sebagian wilayah Jawa Barat dan Kalimantan Selatan," ujar Abdul Muhari dalam keterangannya, Kamis, 28 Mei.

Di Jakarta, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi pada Selasa sore menyebabkan banjir di wilayah Jakarta Selatan. Luapan Kali Mampang merendam empat kelurahan di Kecamatan Cilandak, Kebayoran Baru, Mampang Prapatan, dan Pasar Minggu.

BNPB mencatat sebanyak 343 rumah terdampak banjir dengan total 1.007 jiwa ikut terdampak. Ketinggian genangan dilaporkan mencapai 30 hingga 110 sentimeter sebelum akhirnya surut pada malam hari.

Selain banjir, cuaca ekstrem juga memicu angin kencang di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Sebanyak sembilan rumah terdampak dan 41 warga dari 16 kepala keluarga ikut terkena dampak.

"Pada Rabu (27/5), kerusakan terdampak masih dalam penanganan oleh BPBD Provinsi Jakarta," tutur Abdul Muhari.

Di wilayah Tangerang, Banten, angin kencang menerjang Kelurahan Sawah Baru, Kecamatan Ciputat. BNPB mencatat 40 kepala keluarga terdampak dalam peristiwa tersebut. Hasil asesmen BPBD Kota Tangerang menunjukkan dua rumah mengalami rusak sedang dan 38 rumah lainnya rusak ringan.

Tak hanya itu, hujan deras juga menyebabkan banjir di Kelurahan Rempoa, Kecamatan Ciputat Timur. Sebanyak 180 kepala keluarga terdampak sebelum genangan akhirnya surut pada Rabu.

Sementara di Kalimantan Selatan, hujan deras disertai angin kencang menerjang Desa Benua Anyar, Kecamatan Astambul, serta Desa Pematang Baru, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar.

Akibatnya, sebanyak 31 rumah warga mengalami kerusakan. BNPB mencatat total 35 jiwa dari 11 kepala keluarga terdampak bencana tersebut.

BNPB mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem selama masa peralihan musim. Warga diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan banjir, angin kencang, puting beliung, hingga gelombang tinggi.

"BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana yang dapat dipicu oleh cuaca ekstrem selama peralihan musim," ujar Abdul Muhari.

Selain ancaman hidrometeorologi, BNPB juga meminta masyarakat mewaspadai potensi bencana geologi seperti gempa bumi yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Warga diimbau menyiapkan tas siaga bencana dan rutin memantau informasi resmi dari BNPB, BPBD, maupun BMKG.