Eks Pejabat CIA Didakwa Curi 300 Batang Emas Senilai Lebih dari 40 Juta Dolar AS
JAKARTA - Mantan pejabat senior CIA, David Rush, didakwa mencuri uang publik setelah penyidik menemukan sekitar 300 batang emas di rumahnya. Nilainya disebut lebih dari 40 juta dolar AS. Dengan asumsi kurs sekitar Rp17.800 per dolar AS, nilai 40 juta dolar AS setara sekitar Rp712 miliar.
Mengutip laporan NBC News, Kamis, 28 Mei, Rush sebelumnya memegang posisi manajemen dan memiliki izin akses tingkat sangat rahasia. Dalam dokumen pengadilan, ia disebut menyimpan emas itu diam-diam di rumah, padahal dana tersebut diajukan untuk “biaya terkait pekerjaan”.
Rush didakwa dalam pengaduan pidana yang diajukan pekan lalu di Distrik Timur Virginia. Pengacaranya belum menanggapi permintaan komentar.
Ia juga dituduh berbohong soal latar belakang pendidikan dan pekerjaannya selama hampir dua dekade.
Menurut dokumen pengadilan, Rush pernah mengaku lulus dari Clemson University, memiliki gelar pascasarjana dari Rensselaer Polytechnic Institute, mengikuti tes pesawat di U.S. Naval Test Pilot School, menjadi pembimbing tesis di Air Force Institute of Technology, dan pernah menjadi pilot Angkatan Laut.
Baca juga:
Penyidik menyebut klaim itu tidak benar. Rush disebut tidak lulus dari sekolah-sekolah tersebut. Federal Aviation Administration juga tidak menemukan sertifikat atau lisensi pilot atas namanya.
Kasus ini ikut menyorot sistem pemeriksaan keamanan pemerintah AS. Orang dengan akses sangat rahasia seharusnya melewati pemeriksaan ketat, termasuk pemantauan keuangan, perjalanan, catatan kredit, dan data lain.
Program itu dikenal sebagai continuous vetting, atau pemeriksaan berkelanjutan. Tujuannya mendeteksi masalah yang bisa membuat pegawai rentan diperas atau menyalahgunakan akses.
Belum jelas bagaimana penyelidikan terhadap Rush dimulai. Belum jelas pula kapan ia meninggalkan CIA.
Dalam pernyataan bersama, CIA dan FBI menyebut penyelidikan internal CIA menemukan dugaan pelanggaran hukum. Direktur CIA John Ratcliffe kemudian menyerahkan informasi itu kepada FBI.
Dari November hingga Maret, Rush disebut beberapa kali mengajukan permintaan dana, termasuk mata uang asing dan puluhan juta dolar AS dalam bentuk emas batangan.
Penyidik hanya menemukan sebagian dana di ruang penyimpanan dekat kantornya.
Pada 18 Mei, agen federal menggeledah rumah Rush. Mereka menyita sekitar 300 batang emas, sekitar 2 juta dolar AS uang tunai, dan 35 jam tangan mewah, sebagian besar Rolex.
Dokumen pengadilan menuduh Rush sengaja membawa sebagian dana yang diajukan untuk kepentingan pekerjaan ke rumahnya demi keuntungan pribadi.
NBC News melaporkan dokumen pengadilan tidak menyebut lembaga tempat Rush bekerja. Namun, dua orang yang mengetahui riwayat pekerjaannya mengatakan ia bekerja di CIA.
Salah satu sumber menyebut sebagian besar, jika bukan seluruh dana, termasuk mata uang asing dan emas, telah ditemukan kembali.
Kasus ini belum selesai di pengadilan. Namun, dakwaan terhadap Rush sudah cukup mengguncang karena menyangkut uang publik, akses sangat rahasia, dan pertanyaan tentang seberapa rapat sistem pemeriksaan keamanan pemerintah AS bekerja.