China Kirim 15.000 Ton Beras Saat Kuba Tertekan Krisis Energi
JAKARTA - China mengirim 15.000 ton beras ke Kuba saat negara Karibia itu masih menghadapi krisis ekonomi, kelangkaan bahan bakar, dan pemadaman listrik berulang.
Mengutip laporan Anadolu Agency, Selasa, 26 Mei yang melansir dari media pemerintah China, Senin, kiriman itu tiba di Pelabuhan Havana pada Sabtu. Bantuan tersebut menjadi tahap pertama dari paket bantuan pangan China untuk Kuba dengan total 60.000 ton beras.
Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel Bermudez mengatakan lewat unggahan di X bahwa negaranya telah menerima bantuan tersebut. Ia memuji hubungan persahabatan dan kerja sama Kuba dengan China.
Diaz-Canel menyebut bantuan itu sebagai bentuk solidaritas yang “mulia”. Menurut Diaz-Canel, beras tersebut akan bermanfaat bagi jutaan warga Kuba, termasuk sektor kesehatan dan pendidikan.
Duta Besar China untuk Kuba Hua Xin hadir dalam upacara serah terima bantuan tahap pertama itu. Bantuan dikirim melalui program pangan darurat China untuk Kuba.
Baca juga:
Hua menyebut pengiriman beras tersebut sebagai bagian penting dari dukungan Beijing kepada Havana. Ia mengatakan kerja sama itu berlangsung di tengah situasi internasional yang kompleks.
Menurut Hua, China akan terus mendorong kerja sama praktis dengan Kuba. Beijing juga mempertahankan dukungannya terhadap kedaulatan dan martabat nasional Kuba.
Bantuan ini datang saat tekanan terhadap Kuba belum mereda. Negara itu menghadapi krisis bahan bakar setelah embargo minyak Amerika Serikat diberlakukan pada 30 Januari. Kuba juga mengalami kekurangan listrik dan pemadaman berulang.
China selama ini menentang tekanan Amerika Serikat terhadap Kuba. Beijing menyerukan pencabutan sanksi dan pembatasan terhadap negara tersebut.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya berulang kali mengatakan Kuba akan menjadi sasaran “berikutnya” setelah operasi militer terhadap Iran. Ia juga mengklaim negara kepulauan itu akan segera gagal.
Bagi Kuba, pengiriman beras dari China penting karena datang saat kebutuhan dasar warga ikut tertekan oleh krisis energi dan gangguan pasokan. Bantuan pangan itu juga memperlihatkan dukungan Beijing kepada Havana di tengah tekanan Washington.