Bagikan:

JAKARTA - Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodriguez Parrilla, menyampaikan terima kasih kepada China atas pengiriman 15.000 ton beras ke Kuba.

“Kami berterima kasih atas pengiriman 15.000 ton beras ke Kuba, bagian dari total 60.000 ton yang disumbangkan sebagai bantuan kemanusiaan oleh partai, pemerintah, dan rakyat China,” tulis Rodriguez di platform X dilansir ANTARA, Rabu, 27 Mei.

Rodriguez mengatakan pengiriman tersebut merupakan bukti solidaritas dan hubungan persaudaraan antara kedua negara di tengah situasi sulit yang dihadapi Kuba dan dunia saat ini.

Pada 29 Januari, Amerika Serikat memberlakukan tarif terhadap impor dari negara-negara pemasok minyak ke Kuba dan menetapkan keadaan darurat karena dugaan ancaman Kuba terhadap keamanan nasional AS.

Havana mengatakan Amerika Serikat menggunakan embargo energi untuk mencekik perekonomian pulau tersebut dan memperburuk kondisi hidup penduduknya.

Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel Bermudez, pada 3 Mei menegaskan ancaman militer AS terhadap Kuba telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ia memperingatkan agresi terhadap pulau itu akan dibalas dengan tekad rakyat Kuba untuk mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan mereka.

Selain itu, Departemen Kehakiman AS pada 20 Mei mendakwa mantan Presiden Kuba, Raul Castro, serta lima perwira militer Kuba terkait insiden penembakan jatuh dua pesawat pada tahun 1996 yang berhubungan dengan kelompok pengasingan berbasis di Miami,Brothers to the Rescue.

Havana menyebut tuduhan tersebut sebagai provokasi politik dan menekankan Kuba bertindak untuk membela diri setelah berulang kali terjadi pelanggaran wilayah udara negara itu oleh pesawat milik kelompok tersebut.