Kementerian Luar Negeri Iran Sebut AS Langgar Gencatan Senjata
JAKARTA - Kementerian Luar Negeri Iran dalam sebuah pernyataan pada Hari Selasa mengatakan Amerika Serikat telah melanggar gencatan senjata dengan serangan di Provinsi Hormozgan selatan Iran.
Militer AS melakukan serangan terhadap target termasuk kapal yang mencoba memasang ranjau dan lokasi peluncuran rudal di Iran selatan pada Hari Senin, dalam apa yang digambarkan sebagai tindakan defensif.
Media Iran melaporkan pada Selasa pagi, suara ledakan terdengar di Bandar Abbas di provinsi tersebut.
"Amerika Serikat melakukan pelanggaran berat terhadap gencatan senjata di wilayah Hormozgan dalam 48 jam terakhir. Iran menganggap rezim AS bertanggung jawab atas semua konsekuensi yang diakibatkan oleh tindakan agresif dan tidak beralasan ini," kata pernyataan itu, melansir Al Arabiya dari Reuters (26/5).
Sebelumnya, serangan "pertahanan" terbaru AS terhadap Iran "tidak menunjukkan" bahwa gencatan senjata telah berakhir, lapor Fox News, mengutip dua sumber.
Pasukan AS menyerang situs rudal di Iran selatan dan kapal-kapal yang mencoba memasang ranjau pada Hari Senin, kata Komando Pusat AS (US CENTCOM), membahayakan gencatan senjata yang rapuh dan menimbulkan keraguan baru tentang kesepakatan untuk mengakhiri perang Timur Tengah.
"Pasukan AS melakukan serangan pertahanan diri di Iran selatan hari ini untuk melindungi pasukan kami dari ancaman yang ditimbulkan oleh pasukan Iran," kata Tim Hawkins, juru bicara Komando Pusat, dalam sebuah pernyataan.
Pernyataan itu tidak memberikan rincian serangan dan hanya mengatakan targetnya termasuk situs peluncuran rudal dan kapal-kapal yang mencoba "memasang ranjau."
Serangan itu terjadi ketika para negosiator utama Iran tiba di Doha untuk putaran pembicaraan terbaru untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung berbulan-bulan.
Baca juga:
Terlepas dari serangan tersebut, Menteri Luar Negeri Marco Rubio pada Hari Selasa mengatakan kesepakatan masih dapat dicapai, tetapi memberikan catatan tegas tentang Selat Hormuz.
"Ada beberapa pembicaraan yang berlangsung di Qatar hari ini, jadi kita akan lihat apakah kita bisa membuat kemajuan. Saya pikir ada banyak pembicaraan bolak-balik tentang bahasa spesifik dalam dokumen awal, jadi akan memakan waktu beberapa hari," kata Menlu Rubio kepada wartawan selama kunjungannya ke India, tanpa mengomentari dampak serangan tersebut.
Ia mengatakan selat itu "akan tetap terbuka dengan satu atau lain cara," menambahkan: "Apa yang terjadi di sana melanggar hukum, ilegal, tidak berkelanjutan bagi dunia, tidak dapat diterima."