Perjuangan Rakyat Palestina dan Solusi Dua Negara Bagian dari Perjuangan Serta Politik Luar Negeri Indonesia

JAKARTA - Perjuangan rakyat Palestina dan solusi dua negara merupakan bagian dari perjuangan serta politik luar negeri Indonesia, kata Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono, Hari Minggu.

Hal itu disampaikan Menlu Sugiono saat menyambut langsung kepulangan sembilan warga negara Indonesia (WNI) peserta Global Sumud Flotilla 2.0 melalui Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), yang sebelumnya ditahan militer Israel, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.

"Perjuangan rakyat Palestina dan juga solusi dua negara adalah merupakan bagian dari perjuangan dan politik luar negeri Indonesia," ujar Menlu Sugiono didampingi Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdalfatah A.K Alsattari, seperti dikutip Senin (25/5).

Posisi Indonesia dalam membela kemerdekaan Palestina juga selalu digaungkan Menlu Sugiono di berbagai kesempatan dan forum internasional.

Lebih lanjut Menlu Sugiono menghargai semangat para relawan yang telah menunjukkan dukungan nyata terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Menlu Sugiono didampingi Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdalfatah A.K Alsattari saat menyambut kedatangan WNI relawan Global Sumud Flotilla. (Sumber: Kemlu RI)

"Saya kira saudara-saudara kita, rekan-rekan kita ini memberikan upaya nyatanya dalam rangka mendukung perjuangan tersebut," katanya.

Diberitakan sebelumnya, pasukan komando Angkatan Laut Israel mencegat konvoi kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang bertolak dari Turki pekan lalu, dengan tujuan Jalur Gaza, Palestina guna menembus blokade laut Israel untuk memberikan bantuan kemanusiaan.

Pencegatan yang dilakukan di perairan Siprus tersebut diikuti dengan penangkapan 430 aktivis kemanusiaan dalam armada, yang kemudian dibawa ke Israel, seperti melansir Al Arabiya dari AFP.

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir kemudian mengunggah video yang memperlihatkan dirinya mengejek para aktivis yang ditahan dengan posisi berlutut dengan kepala menyentuh tanah, sementara tangannya diborgol di belakang, di akun media sosial X miliknya, dengan keterangan "selamat datang di Israel."

Ulah menteri sayap kanan itu mendapat kritik keras dari berbagai negara, termasuk sekutu dekatnya, Amerika Serikat. Di dalam negeri, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Luar Negeri Gideon Sa'ar mengkritik ulah Ben-Gvir.

Kamis malam pekan lalu, Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengumumkan pembebasan seluruh WNI. Mereka meninggalkan wilayah Israel menuju Istanbul, Turki.

Konsul Jenderal RI di Istanbul Darianto Harsono mengatakan, para WNI yang dibebaskan telah tiba di Istanbul. Dalam video di media sosial yang dibagikan akun Instagram @Menluri, ia mengungkapkan para WNI "dalam kondisi sehat, walaupun sempat mengalami kekerasan fisik ditendang, dipukul ataupun disetrum.

WNI yang dibebaskan Israel saat melakukan panggilan video dengan Menlu RI Sugiono setibanya di Istanbul. (Instagram@menluri)

Menlu RI Sugiono pun sempat melakukan panggilan video dengan para WNI tersebut, setibanya mereka di Istanbul.

Duta Besar RI untuk Turki Achmad Rizal Purnama mengungkapkan, para WNI tersebut akan menjalani pemeriksaan kesehatan hingga visum sebelum kembali ke Tanah Air.

"Akan ada proses testimoni, visum dan test kesehatan oleh pihak turki dan secepatnya akan kita pulangkan ke tanah air jika proses di Turki sudah selesai," jelasnya dalam keterangan singkat, seperti dikutip Jumat (22/5).

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengutuk tindakan tidak manusiawi Israel terhadap aktivis Global Sumud Flotilla ditahan dan mendapatkan perlakukan sewenang-wenang, bertentangan dengan prinsip kemanusiaan.

Menlu Sugiono pun memastikan Pemerintah RI akan menangani trauma fisik yang dialami para WNI seiring dengan ketibaan mereka di Tanah Air.

"Beberapa rekan kita yang mengalami trauma fisik akan ditangani lebih lanjut," jelas Menlu Sugiono.

Menlu Sugiono mengecam Israel atas tindakan terhadap relawan yang merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional.

Menlu RI menegaskan, para peserta Global Sumud Flotilla adalah masyarakat sipil yang menjalankan misi kemanusiaan untuk membantu rakyat Palestina.

"Kami juga menyampaikan kecaman ini di Dewan Keamanan PBB pada 21 Mei yang lalu ini merupakan suatu tindakan yang tidak bisa diterima dan tidak boleh dibiarkan," jelas Menlu RI.