Tekan Kemacetan Sanur, Dishub Bali Siapkan Rekayasa Lalin
TJAKARTA - Dinas Perhubungan (Dishub) Bali menyiapkan uji coba Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) untuk menekan kemacetan di kawasan pariwisata Sanur, Denpasar.
“Melalui uji coba rekayasa lalu lintas ini diharapkan kepadatan kendaraan di kawasan Sanur dapat terurai dan mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar,” kata Kepala Dishub Bali I Kadek Mudarta mengutip Antara.
Mudarta dikonfirmasi di Denpasar, Jumat, menyampaikan rekayasa lalu lintas di titik padat Kota Denpasar akan berlangsung dari 2 Juni hingga 15 Juni 2026.
Setelah berkoordinasi dengan Ditlantas Polda Bali, Polresta Denpasar, Dinas PUPRKIM Bali, Dinas Perhubungan Denpasar, Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Bali, PPK 2.3 Satker PJN Wilayah II Provinsi Bali, dan Bendesa Adat Sanur ditentukan bahwa MRLL fokus pada Jalan Hang Tuah.
Jalan Hang Tuah sendiri merupakan akses penghubung antara pusat kota dengan Jalan By Pass Ngurah Rai yang merupakan jalan menuju destinasi-destinasi pariwisata.
Berdasarkan hasil pemantauan dan kajian teknis di lapangan, MRLL dilakukan pertama di simpang Jalan Hang Tuah-Jalan Danau Beratan, dimana di jalan tersebut kerap terjadi konflik pergerakan akibat kendaraan melakukan pergerakan belok kanan dari arah Jalan Hang Tuah Barat menuju Jalan Danau Beratan, begitu pula sebaliknya.
Kendaraan yang saling silang menyeberang tersebut akhirnya menimbulkan antrean dan perlambatan arus lalu lintas di jalan utama Hang Tuah.
Bahkan, pada kondisi tertentu Dishub Bali melihat ekor antrian mencapai simpang Hotel Grand Bali Beach dan menghambat arus lalu lintas di Jalan By Pass Ngurah Rai yang terkoneksi dengan pantai-pantai dan Pelabuhan Sanur.
“Kemacetan di titik tersebut (Jalan Hang Tuah) saling berkaitan dengan lalu lintas di By Pass Ngurah Rai di ruas sekitar simpang Hotel Grand Bali Beach, jika simpang Jalan Danau Beratan-Hang Tuah macet, ekor antrian kadang sampai di simpang Grand Bali Beach dan menghambat lalu lintas di By Pass Ngurah Rai,” ujar Mudarta.
Tak hanya di simpang Jalan Hang Tuah-Danau Beratan, evaluasi Dishub Bali menunjukkan antrean kendaraan juga disebabkan oleh simpang Jalan Hang Tuah-Jalan Sedap Malam.
Akibat pengaturan fase Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) yang belum optimal terjadi tundaan dan antrean kendaraan yang cukup panjang.
“Selain itu, jumlah lajur pada pendekat Jalan Hang Tuah yang masih terbatas menyebabkan kendaraan yang hendak belok kanan menghambat pergerakan kendaraan lurus sehingga memicu antrean kendaraan pada simpang tersebut,” kata Mudarta.
Baca juga:
Melalui uji coba MRLL ini, maka nantinya pada persimpangan Jalan Hang Tuah-Jalan Danau Beratan akan dilakukan pengaturan pergerakan kendaraan dengan menghilangkan konflik persilangan dengan pemasangan separator berupa water barrier.
Sedangkan pada persimpangan Jalan Hang Tuah-Jalan Sedap Malam dilakukan penyesuaian pengaturan fase APILL serta penambahan jumlah lajur pada pendekat Jalan Hang Tuah menjadi tiga lajur.
Sehingga, pergerakan kendaraan belok kanan tidak lagi mengganggu pergerakan lurus dan dapat membantu mengurangi antrean kendaraan serta meningkatkan kelancaran arus lalu lintas.
Dishub Bali menyampaikan uji coba rekayasa lalu lintas di kawasan Sanur ini bersifat evaluatif dan akan dilakukan pemantauan secara berkala terhadap kondisi lalu lintas di lapangan sebagai dasar penyempurnaan pengaturan lalu lintas ke depan.
“Kami mengharapkan dukungan dan kerja sama masyarakat selama pelaksanaan uji coba berlangsung demi terciptanya lalu lintas yang lebih tertib, aman, dan lancar,” ucap Mudarta.