Menkeu Bawa Data ke Istana: Harga Ekspor RI ke AS Diduga Jomplang
JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membawa map saat datang ke Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 21 Mei. Isinya bahan soal dugaan selisih harga ekspor perusahaan Indonesia ke Amerika Serikat.
Purbaya mengaku datang untuk makan siang bersama sejumlah menteri. Namun, ia tetap menyiapkan laporan jika sewaktu-waktu diminta menjelaskan.
“Ini buat jaga-jaga. Kalau ditanya nanti jangan sampai nggak bisa,” kata Purbaya.
Ia mengatakan bahan itu berisi studi yang sempat ia sebut sebelumnya. Studi tersebut menelusuri perusahaan Indonesia yang melakukan ekspor, termasuk ke Amerika Serikat.
Namun, Purbaya menolak membuka nama perusahaan yang masuk dalam kajian itu.
“Enggak boleh, kalau itu,” ujarnya.
Menurut Purbaya, pemerintah baru menguji 10 perusahaan besar. Dari tiap perusahaan, dicek tiga pengapalan. Pengapalan berarti pengiriman barang ekspor melalui kapal.
Hasil awalnya, kata Menkeu, menunjukkan selisih harga yang signifikan.
Ia mencontohkan, ada barang dari Indonesia yang dicatat dengan harga sekitar 2,6 juta dolar AS. Namun, saat masuk ke Amerika, nilainya tercatat sekitar 4,2 juta dolar AS. Selisihnya sekitar 57 persen.
Baca juga:
Purbaya juga menyebut ada contoh lain dengan selisih lebih besar. Ia mengatakan harga yang tercatat di Indonesia bisa hanya seperempat atau sepertiga dari harga di Amerika.
“Ada yang lebih gila lagi,” kata Purbaya.
Menurutnya, kondisi itu membuat nilai ekspor yang tercatat di Indonesia menjadi lebih rendah dibandingkan nilai impor di negara tujuan.
Purbaya menegaskan data tersebut bisa dilacak secara rinci.
“Kita bisa deteksi kapal per kapal,” ujarnya.
Ia menyebut kajian awal ini baru menyasar CPO atau minyak sawit mentah. Pemerintah juga akan menelusuri komoditas lain, termasuk batu bara.
“Ini baru CPO. Nanti ada batu bara juga,” kata Purbaya.
Meski membawa laporan, Purbaya belum memastikan apakah temuan itu akan langsung disampaikan dalam pertemuan di Istana.
“Itu mungkin saya laporkan. Kalau ditanya. Kalau enggak, ya sudah,” katanya.