Kenapa ASI Berwarna Kuning? Banyak Ibu Baru Salah Paham Soal Ini
YOGYAKARTA - Banyak ibu baru terkejut melihat warna ASI-nya tidak putih bersih. Pertanyaan kenapa ASI berwarna kuning pun langsung muncul, bahkan tak jarang membuat panik. Padahal, warna itu adalah sinyal yang sangat baik.
Warna kuning pada ASI sebenarnya sudah dikenal luas dalam dunia medis. Cairan ini bahkan kerap disebut emas cair oleh para dokter anak. Kandungannya jauh lebih kaya dibanding ASI biasa.
Dilansir dari laman Healthline, ASI berwarna kuning yang keluar di hari-hari pertama setelah melahirkan disebut kolostrum. Faktanya, ini bukan ASI yang belum matang atau rusak. Justru sebaliknya, merupakan ASI paling berharga yang pernah Anda produksi.
Kolostrum mulai diproduksi sejak kehamilan trimester ketiga. Volumenya memang sedikit, tapi teksturnya kental dan warnanya kuning pekat. Jangan sampai Anda melewatkan fase penting ini.
Kenapa ASI Berwarna Kuning? Ini Penjelasan Medisnya
Warna kuning pada kolostrum berasal dari kandungan beta-karoten yang tinggi. Zat inilah yang juga membuat wortel dan ubi jalar berwarna oranye. Tubuh ibu menyimpannya untuk diteruskan langsung ke bayi.
Selain itu, kolostrum mengandung kadar imunoglobulin A (IgA), protein, dan antibodi yang sangat pekat. Kandungan lemak dan laktosanya lebih rendah dari ASI matang. Itulah mengapa teksturnya terasa lebih kental dan padat.
Selain itu, tubuh ibu tahu persis apa yang dibutuhkan bayi di menit-menit pertama kehidupannya. Komposisi kolostrum seperti dirancang khusus untuk kondisi bayi yang baru lahir.
Baca juga: 4 Dampak Pemberian ASI Diselingi Susu Formula
Baca juga:
Manfaat ASI Berwarna Kuning bagi Bayi Baru Lahir
Kolostrum bekerja seperti pelapis alami pada dinding usus bayi. Ini penting karena usus bayi yang baru lahir masih sangat sensitif terhadap paparan luar. Lapisan ini membantu mencegah bakteri dan virus masuk ke aliran darah.
Selain itu, kolostrum membantu bayi mengeluarkan mekonium yaitu tinja gelap pertama yang menumpuk sejak dalam kandungan. Proses ini penting untuk menurunkan risiko penyakit kuning pada bayi baru lahir.
Berapa Lama ASI Berwarna Kuning Berlangsung?
Kolostrum umumnya bertahan sekitar 2 hingga 5 hari setelah melahirkan. Setelah itu, ASI akan berubah menjadi ASI transisi dengan warna kuning pucat atau keputihan.
Kemudian sekitar dua minggu pascamelahirkan, ASI matang mulai diproduksi penuh. Warnanya berubah menjadi putih atau sedikit kebiruan. Perubahan ini tanda bahwa produksi ASI Anda berkembang dengan sangat baik.
Kapan Warna ASI Perlu Diwaspadai?
Namun tidak semua perubahan warna ASI bersifat normal. ASI berwarna merah atau pink bisa menandakan adanya darah, biasanya dari puting yang lecet atau kapiler yang pecah. Kondisi ini umumnya sembuh sendiri dalam beberapa hari.
ASI berwarna hitam atau cokelat pekat perlu mendapat perhatian lebih serius. Warna ini sering dikaitkan dengan konsumsi obat-obatan tertentu, seperti antibiotik minosiklin. Maka, segera konsultasikan ke dokter jika Anda menemukannya.
Tips Memaksimalkan Kolostrum untuk Bayi
Pertama lakukan inisiasi menyusu dini (IMD) sesegera mungkin setelah melahirkan. Kontak kulit ke kulit antara ibu dan bayi terbukti membantu merangsang produksi ASI lebih cepat. Jangan tunda hanya karena volumenya terlihat kecil.
Susui bayi sesering mungkin di hari-hari pertama, meski hanya beberapa menit sekali. Semakin sering bayi menghisap, semakin cepat produksi ASI Anda meningkat.
Selain itu, adanya dukungan dari pasangan dan keluarga di masa ini berpengaruh jauh lebih besar dari yang Anda kira.
Memahami kenapa ASI berwarna kuning adalah bekal penting agar Anda tidak mudah panik di hari-hari pertama menyusui. Temukan informasi seputar kesehatan ibu, bayi, dan keluarga lainnya yang akurat dan mudah dipahami hanya di VOI, media digital terpercaya untuk keseharian Anda.