China Siapkan Peta Jalan APEC 2026, Fokus Perdagangan Bebas

JAKARTA - China mulai menyiapkan arah besar APEC 2026. Fokusnya mencakup perdagangan, konektivitas, inovasi, dan pembangunan di kawasan Asia-Pasifik.

China Daily dikutip Selasa, 19 Mei melaporkan, Wakil Menteri Luar Negeri China Ma Zhaoxu mengatakan Beijing sedang menyusun peta jalan menuju komunitas Asia-Pasifik. China juga menyiapkan kerangka kerja sama untuk aksi kolektif antaranggota APEC.

Pernyataan itu disampaikan Ma dalam pembukaan Pertemuan Kedua Pejabat Senior APEC China 2026 di Shanghai, Senin. Pertemuan dua hari itu digelar untuk meninjau kemajuan, mematangkan hasil yang diharapkan, dan menyiapkan agenda APEC pada paruh kedua tahun ini.

China akan menjadi tuan rumah Pertemuan Pemimpin Ekonomi APEC pada November di Shenzhen, Provinsi Guangdong. Ini kali ketiga China menjadi tuan rumah forum tersebut. Sebelumnya, China menjadi tuan rumah di Shanghai pada 2001 dan Beijing pada 2014.

Pertemuan pejabat senior menjadi jalur utama untuk menyiapkan hasil yang akan dibawa ke pertemuan para pemimpin. Pertemuan pertama tahun ini digelar di Guangzhou pada Februari. Pertemuan ketiga dijadwalkan berlangsung di Dalian, Provinsi Liaoning, pada Agustus.

Ma menyebut ekonomi dunia sedang berada dalam tekanan. Unilateralisme dan proteksionisme meningkat. Konflik geopolitik berdampak ke banyak sektor. Krisis energi dan pangan juga membayangi prospek ekonomi global.

Namun, menurut Ma, Asia-Pasifik masih menjaga laju pertumbuhan yang relatif cepat. Kawasan ini juga makin menonjol sebagai mesin pertumbuhan dunia.

Salah satu agenda penting yang didorong China ialah Kawasan Perdagangan Bebas Asia-Pasifik atau FTAAP. Istilah ini merujuk pada gagasan kawasan perdagangan bebas yang lebih luas di antara ekonomi anggota APEC.

“Kita harus memastikan FTAAP menjadi jalur utama dan menjalankan kerja sama yang fleksibel dan pragmatis,” kata Ma, seperti dikutip China Daily.

Ia mengatakan FTAAP perlu mengoordinasikan berbagai jalur perdagangan bebas yang sudah ada. Tujuannya agar semua pihak punya kapasitas lebih baik untuk ikut dalam aturan ekonomi dan perdagangan regional berstandar tinggi.

China juga menargetkan hasil konkret dalam digitalisasi perdagangan dan kerja sama sektor jasa. Selain itu, Beijing ingin menyusun cetak biru konektivitas baru setelah evaluasi akhir Cetak Biru Konektivitas APEC 2015-2025.

Dari Indonesia, Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Santo Darmosumarto menyatakan pertemuan itu menunjukkan komitmen China memperkuat sistem perdagangan multilateral.

Santo mengatakan Indonesia mendukung China sebagai tuan rumah APEC 2026. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama perdagangan yang lebih kuat dan lebih bebas di kawasan.

Menurut Santo, ekonomi besar di APEC perlu bekerja sama agar konflik global dan ketidakpastian tidak terlalu menekan kehidupan masyarakat biasa.

Pejabat Meksiko Jose Alberto Guadarrama Grimaldo mengatakan kerja sama penting untuk berbagi praktik terbaik dan memperkuat kapasitas menuju Asia-Pasifik yang lebih terintegrasi.

Sementara itu, Ketua Komite Nasional Singapura untuk Kerja Sama Ekonomi Pasifik Tan Khee Giap mengatakan tugas penting APEC saat ini adalah memperkuat kepercayaan terhadap forum tersebut sebagai wadah yang inklusif.

Rangkaian pertemuan APEC 2026 di China akan menjadi ruang bagi para anggota untuk membahas arah kerja sama ekonomi kawasan di tengah tekanan perang dagang, krisis energi, dan ketidakpastian global.