US CENTCOM Klaim Telah Menghancurkan Kemampuan Militer Iran

JAKARTA - Komando Pusat Amerika Serikat (US CENTCOM) mengonfirmasi mereka memberlakukan blokade terhadap Iran karena Tehran telah menggunakan Selat Hormuz sebagai senjata untuk mengancam kebebasan navigasi, menambahkan pasukan AS siap untuk rencana darurat apa pun yang mungkin diperlukan di wilayah tersebut.

Juru bicara US CENTCOM Kapten Tim Hawkins mengatakan dalam wawancara eksklusif dengan Al Arabiya, pasukan AS telah mengalihkan jalur lebih dari 80 kapal sejak blokade terhadap Iran dimulai, menekankan Washington memantau dengan cermat segala sesuatu yang coba dibawa masuk atau dikeluarkan oleh Iran.

Menurut Hawkins, pasukan AS siap untuk rencana darurat apa pun yang mungkin diminta dari mereka, menandakan kesiapan militer AS yang berkelanjutan di tengah meningkatnya ketegangan di Teluk, dilansir dari Al Arabiya (18/5).

Hawkins mengatakan, operasi militer AS terhadap Iran sangat efektif, mencatat Washington telah mencapai tujuan militer yang ditetapkan sejak awal konfrontasi.

Lebih jauh dijelaskannya, Amerika Serikat sebagian besar telah menghancurkan kemampuan militer Iran, termasuk kemampuan manufaktur militer Iran, menambahkan kemampuan Tehran untuk meluncurkan rudal dan drone telah menurun tajam.

Menurut Hawkins, kemampuan Iran untuk menjadi ancaman tidak lagi seperti dulu, menjelaskan bahwa pasukan AS telah bekerja sama dengan sekutu untuk mendukung sistem pertahanan udara di wilayah tersebut.

Ia menuduh Iran melakukan serangan yang disengaja terhadap warga sipil, menambahkan bahwa pasukan Iran meluncurkan rudal dari daerah padat penduduk di dalam Iran.

Hawkins juga mengungkapkan, operasi AS telah berkontribusi dalam memutus pasokan senjata kepada proksi Iran, merujuk pada faksi-faksi bersenjata yang didukung Teheran di kawasan tersebut.

Pernyataan US CENTCOM muncul ketika upaya diplomatik terus berlanjut melalui mediator regional dan internasional untuk mencegah konfrontasi meluas, sementara kekhawatiran tetap ada mengenai kemungkinan runtuhnya gencatan senjata yang rapuh antara AS dan Iran.

Meskipun Pemerintahan AS telah menekankan kelanjutan jalur diplomatik, pernyataan militer terbaru mencerminkan keadaan siaga yang berkelanjutan di Teluk, dengan kemungkinan eskalasi militer masih terbuka jika upaya deeskalasi saat ini gagal.