Peduli Laut dan Lingkungan, Ratusan Kilogram Sampah Dibersihkan dari Pantai Pandeglang
JAKARTA - Permasalahan sampah plastik di wilayah pesisir masih menjadi tantangan lingkungan di berbagai daerah Indonesia. Selain mengganggu ekosistem laut, penumpukan sampah juga berdampak pada aktivitas nelayan dan kualitas hidup masyarakat sekitar. Maka dari itu, upaya pengelolaan sampah berkelanjutan dinilai memerlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, komunitas, hingga sektor swasta. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah aksi bersih pantai di kawasan pesisir Desa Sumberjaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten. Program bertajuk Nestlé Coastal Warriors tersebut melibatkan sejumlah komunitas lingkungan seperti Yayasan KEHATI, Yayasan SALAKA, Rhino Bahari, Lingkar Muda, Brigasspala SMAN 16 Pandeglang, dan Biodiversity Warrior UNTIRTA dengan total sekitar 50 peserta. Kegiatan ini menjadi aksi bersih pantai pertama yang digelar dalam program tersebut sebagai respons terhadap persoalan sampah di wilayah pesisir Pandeglang, termasuk sampah kiriman dari laut. Area pembersihan difokuskan di sepanjang 350 meter garis pantai dengan total sampah yang berhasil dikumpulkan mencapai sekitar 250 kilogram. Jenis sampah yang ditemukan cukup beragam, mulai dari sampah organik, plastik, multilayer sachet, styrofoam, hingga jaring ikan atau ghost nets. Sampah yang terkumpul kemudian dipilah untuk proses pengelolaan lebih lanjut. Plastik yang masih memiliki nilai ekonomi disalurkan ke mitra daur ulang, sementara sampah plastik non-ekonomi seperti multilayer sachet, LDPE, dan PP dimanfaatkan melalui pelatihan berbasis komunitas untuk diolah menjadi produk lain seperti paving block. Selain aksi bersih pantai, kegiatan ini juga diisi dengan edukasi dan penguatan kapasitas masyarakat terkait pengelolaan sampah berkelanjutan. Komunitas lingkungan yang terlibat berperan dalam pendampingan, pengumpulan data, hingga edukasi mengenai pentingnya pemilahan dan pengolahan sampah. "Kami percaya upaya mengatasi tantangan sampah memerlukan kolaborasi lintas pemangku kepentingan serta keterlibatan aktif masyarakat. Melalui Nestlé Coastal Warriors, kami ingin menghadirkan aksi nyata yang tidak hanya berfokus pada pembersihan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku dan penguatan kapasitas masyarakat dalam mengelola sampah secara berkelanjutan," jelas Sustainability Manager Nestlé Indonesia Helenna Ariesty.
Upaya ini juga sejalan dengan ambisi perusahaan tersebut dalam mencapai Packaging Recovery and Recycling Plan perusahaan, salah satunya dengan memastikan jumlah plastik yang digunakan diimbangi dengan berbagai dukungan penyerapan dan pengelolaan kembali berbagai jenis sampah kemasan pasca-konsumsi. Hal ini guna mengurangi sampah berakhir di tempat pembuangan akhir dan perairan.
Program tersebut juga mendapat dukungan dari Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang. Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang, Onah, S.TP., MM., menilai persoalan sampah pesisir perlu ditangani bersama karena berdampak langsung pada lingkungan dan aktivitas masyarakat pesisir.
"Kami menyambut baik inisiatif yang menghadirkan aksi nyata dalam menjaga kebersihan wilayah pesisir di Pantai Sumur, Pandeglang. Permasalahan sampah di kawasan pesisir menjadi tantangan bersama karena tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada aktivitas perikanan dan kesejahteraan masyarakat pesisir,"
"Melalui kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, komunitas lingkungan, dan masyarakat, kami berharap upaya seperti ini dapat meningkatkan kesadaran kolektif mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab sekaligus mendorong terciptanya ekosistem pesisir yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan," ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Manager Corporate & Partnership Yayasan KEHATI Elvira P. Wongsosudiro. Menurutnya, edukasi dan pendampingan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun perubahan perilaku terkait pengelolaan sampah.
"Program seperti Nestlé Coastal Warriors ini menjadi langkah baik dalam membantu penanganan permasalahan sampah yang selama ini dihadapi di wilayah pesisir Pandeglang, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Kolaborasi seperti ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Kami melihat bahwa edukasi dan pendampingan menjadi kunci dalam mendorong perubahan perilaku yang berkelanjutan di tingkat komunitas,” katanya.
Lebih lanjut, program serupa direncanakan akan diperluas ke sejumlah wilayah perairan lainnya sebagai bagian dari upaya mendukung pengurangan sampah dan pengelolaan plastik yang lebih berkelanjutan di Indonesia.