Dari Layar Kaca ke Ruang Sidang, Komitmen Baru Anwar Fuady Menegakkan Keadilan

TANGERANG – Wajah Anwar Fuady berbinar usai acara Pengangkatan dan Pembekalan anggota baru Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Cabang Tangerang. Dia tak sendirian, ada 201 orang lain yang diangkat dan dilantik bersama sebagai anggota baru Peradi di bawah Kepengurusan Ketua Umum DPN Peradi Pusat Prof. Dr. Otto Hasibuan, S.H., M.M.

Yang perlu dicatat, Anwar Fuady adalah advokat yang paling senior di antara yang dilantik siang itu. “Alhamdulillah akhirnya saya resmi menjadi anggota Peradi setelah acara pelantikan hari ini. Saya senang ini akan menjadi tonggak sejarah dalam perjalanan hidup saya ke depan,” kata Anwar yang didampingi istrinya, Wiwiet Tatung, saat ditemui di Ballroom Hotel Novotel Tangerang, Sabtu 16 Mei.

Soal umur, menurut Anwar tak ada yang perlu dirisaukan. “Memang secara kronologi usia saya sudah 79 dan sebentar lagi 80 tahun. Tapi jiwa saya tetap muda. Boleh saja orang mengatakan Life begins at 40, kalau saya Life begins at 79 hehehe,” katanya dengan tawa yang berderai.

Anwar Fuady bersama anggota Peradi yang dilandik. (IST)

Anwar memang gigih dalam menuntut ilmu dalam bidang hukum. Tak hanya bergelar S-1 hukum, kini dia sudah menyandang gelar S-3 dalam bidang hukum. “Saya memang tak pernah setengah-setengah dalam menuntut ilmu hukum. Setelah menyelesaikan S-1 hukum, saya melanjutkan ke S-2 dan S-3. Sekarang gelar lengkap saya ya: Dr. Anwar Fuady, S.H., M.H. Jadi untuk bekal ilmu, saya berani bertaruh dengan yang lain,” tegasnya.

Kini Anwar menjadi salah seorang partner dari firma hukum Ali Amir & Associates Law Firm yang dipimpin oleh Dr. Ari Yusuf Amir, S.H., M.H. “Saat ini saya masih bergabung dengan firma hukum yang didirikan Ari Yusuf Amir. Ke depannya bagaimana, kita tunggu saja perkembangan berikutnya. Yang jelas saya harus memperbanyak jam terbang dulu,” papar pria yang sering sekali diminta foto sersama anggota Peradi yang dilantik dan juga anggota keluarga yang menemani.

Siap Menegakkan Keadilan

Menurut Anwar secara pribadi, dia sudah siap untuk membela berbagai kasus hukum dari orang biasa, artis, dan siapa pun yang meminta bantuan hukum kepadanya. “Saya sudah disumpah untuk menegakkan keadilan dan kebenaran. Jadi siapa pun akan saya bela; orang biasa, pejabat, pengusaha, dan juga artis tentunya tempat saya berkarya selama ini sebagai aktor film dan sinetron,” jelasnya.

Ada 202 anggota Peradi yang dilantik termasuk Anwar Fuady. (IST)

Anwar prihatin sekali selama ini keadilan masih menjadi milik kalangan tertentu. Makanya ia ingin benar-benar membela dan menegakkan keadilan di bumi pertiwi ini. “Ada adagium yang sangat populer di dunia hukum: walaupun langit akan runtuh, keadilan harus tetap ditegakkan,” katanya dengan suara yang menggelegar.

Karena komitmen itu pula, kini Anwar tak bisa lagi mengambil syuting sinetron dengan pola stripping, yaitu setiap hari syuting yang nyaris tanpa jeda. “Soalnya kalau saya masih syuting sinetron stripping, kapan saya bisa bersidang di pengadilan atau membela orang-orang yang meminta bantuan kepada saya. Kalau untuk syuting film saya masih bisa, soalnya waktunya masih bisa diatur dan syutingnya tidak stripping,” katanya.

Menurut istri tercinta, Wiwiet Tatung, suaminya ini memang tipe orang yang keras kalau sudah punya kemauan. “Abang itu orangnya pantang menyerah kalau sudah punya mau. Dia akan berjuang sekuat tenaga mewujudkan keinginan atau cita-cita, seperti menjadi seorang advokat ini,” timpalnya.

Anwar Fuady didampingi Wiwiet Tatung saat pelantikan anggota Peradi. (IST)

Dan menurut Wiwiet, Anwar juga melihat persoalan hukum di negeri ini masih perlu dibenahi. “Hukum di negeri ini masih tajam ke bawah dan tumpul ke atas, ini yang diamati oleh Abang. Saya doakan dan dukung semoga dia bisa mewujudkan cita-citanya menegakkan keadilan dan hukum di negeri ini,” tegasnya.

Jalan masih panjang bagi Anwar Fuady untuk mewujudkan cita-citanya dalam bidang hukum. “Makanya tolong bantu dan doakan saya semoga bisa mewujudkan cita-cita menegakkan keadilan di negeri ini. Jadi walaupun langit akan runtuh, keadilan harus ditegakkan,” pungkasnya.