Drama Musikal MAR Banjir Pujian Saat Gladi Resik, Pementasan Berlanjut Sampai 17 Mei
JAKARTA - Panggung Ciputra Artpreneur Jakarta seketika berubah menjadi medan laga penuh romansa saat drama musikal MAR menjalani gladi resik pada Kamis, 14 Mei, malam. Ratusan penonton yang memadati auditorium dibuat terpaku oleh kombinasi apik antara narasi sejarah Bandung Lautan Api tahun 1946 dengan aransemen musik big band yang megah.
Suasana haru menyelimuti ruangan saat puluhan anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) hadir di barisan depan. Kehadiran para pejuang kemerdekaan ini memberikan energi magis bagi para pelakon, termasuk Gabriel Harvianto dan Galabby yang tampil prima menghidupkan karakter Mar dan Aryati. Setiap babak yang berakhir selalu disambut dengan gemuruh tepuk tangan panjang sebagai bentuk apresiasi atas kualitas akting dan teknis panggung yang ditampilkan.
Adapun kehadiran kembali musikal MAR tahun ini bukan tanpa alasan. Setelah sukses besar menyabet penghargaan Album Musikal Terbaik pada ajang AMI Awards 2025, ArtSwara Production memutuskan untuk menghadirkan kembali karya ini dengan skala yang lebih besar. Produksi kali ini menonjolkan visual yang lebih dramatis, termasuk proyeksi peristiwa kebakaran besar di Bandung yang dipadukan dengan tata cahaya dinamis.
Produser Eksekutif sekaligus sutradara, Maera, turut menyatakan rasa syukurnya atas sambutan hangat yang diterima pada malam pembuka tersebut. Ia menekankan meski secara garis besar cerita tetap mempertahankan esensinya, terdapat berbagai pembaruan signifikan dari sisi teknis dan improvisasi karakter untuk memberikan pengalaman baru bagi penonton.
"Saya begitu bahagia dan terharu dengan respons hangat penonton malam ini, kami merasa kerja keras kami mampu meraih sambutan yang demikian positif,” kata Maera.
Baca juga:
“Pertunjukan kali ini jauh lebih megah dan beda dari tahun lalu. Tata panggung yang baru,” tambah Maera. “Kalau dari segi adegan sih enggak banyak berubah, tapi khusus di bagian karakter Ambu, sengaja kita kasih banyak ruang improvisasi biar suasana makin cair dan segar.”
Naskah gubahan Titien Wattimena ini juga diperkuat oleh jajaran wajah baru yang memberikan warna berbeda. Nama-nama seperti Tanta Ginting, Teza Sumendra, hingga Devina Karyasasmita turut memberikan kontribusi pada kedalaman cerita.
Musik dari Orkestra ArtSwara di bawah arahan Ava Victoria juga menjadi nyawa yang mengikat ketegangan sejarah dengan gelora cinta antara Mar dan Aryati secara nyaris sempurna.
Adapun apresiasi tinggi datang dari DPP LVRI melalui Marsda TNI (Purnawirawan) Wresniwiro, yang menilai karya ini sebagai media edukasi yang sangat efektif bagi generasi muda. Menurutnya, penggambaran semangat tahun 1945 melalui seni teater musikal dapat membantu anak muda memahami betapa beratnya perjuangan mempertahankan kemerdekaan pada periode 1946 hingga 1949.
Senada dengan hal tersebut, aktris peraih Piala Citra, Lenny Marlina, yang hadir bersama Bambang W. Soeharto, turut memberikan pujian. Ia mengaku terkesan dengan semua aspek produksi, mulai dari akting, tata busana, hingga tata panggung yang autentik.
"Luar biasa ya MAR, bagus sekali. Saya sangat menikmati menyaksikannya dari babak ke babak. Hampir semua aspek jadi yang terbaik, termasuk akting para pemeran, tata panggung, pencahayaan dan terutama musik serta yang begitu apik tata busana para pemerannya,”tutur Lenny.
“Saya berharap ArtSwara bisa bekerja sama dengan pemerintah untuk memberikan kesempatan agar MAR bisa disaksikan jauh lebih banyak penonton dari generasi muda agar bisa mengenal sejarah bangsanya," imbuhnya.
Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan kemegahan sejarah ini, drama musikal MAR dijadwalkan berlangsung hingga Minggu, 17 Mei.
Selain pemeran utama, penonton juga berkesempatan melihat penampilan Taufan Purbo dan Dania Najmi sebagai understudy yang siap membawakan interpretasi segar pada pertunjukan sore hari di tanggal terakhir.
Sebagai informasi, tiket pertunjukan saat ini masih tersedia dan dapat diakses melalui situs resmi https://artswara.co.id/galeri/3/mar.