Pameran di Xinjiang Ungkap Jejak Tembikar Kuno Sebelum Jalur Sutra
JAKARTA - Jejak tembikar bercorak dari Sungai Kuning ke Pegunungan Tianshan kini dipamerkan di Museum Xinjiang. Pameran ini menelusuri perjalanan keramik prasejarah yang menyebar ribuan kilometer dan menjadi salah satu jalur awal pertukaran budaya sebelum Jalur Sutra dikenal luas.
Mengutip laporan China Daily, Rabu, 13 Mei, pameran bertajuk From the Yellow River Basin to Tianshan Mountains: Tracing the Westward Journey of Prehistoric Painted Pottery dibuka pada 10 April dan berlangsung hingga 10 Juli.
Sebanyak 175 set tembikar dipamerkan. Koleksi itu berasal dari Museum Provinsi Gansu, Museum Xinjiang, serta 13 lembaga pelestarian budaya lain di Gansu dan Xinjiang.
Ribuan tahun lalu, budaya tembikar bercorak dari wilayah tengah dan hulu Sungai Kuning menyebar ke barat melalui Koridor Hexi di Gansu. Dari sana, pengaruhnya bergerak ke lereng utara dan selatan Pegunungan Tianshan di Xinjiang, lalu berbaur dengan tradisi lokal.
Motif yang dipamerkan menunjukkan keterampilan perajin prasejarah. Ada pola geometris, spiral, ikan, kelopak bunga, hingga bentuk abstrak menyerupai dewa. Beberapa wadah juga dihiasi ornamen kepala elang dan kambing.
Baca juga:
Kurator pameran, Wang Nannan, mengatakan Gansu dan Xinjiang terhubung oleh akar geografis dan budaya yang kuat. Menurut dia, penyebaran tembikar bercorak menunjukkan bagaimana cita rasa estetik dan cara hidup masyarakat awal ikut bergerak bersama benda-benda tersebut.
Jalur penyebaran tembikar itu banyak beririsan dengan Jalur Sutra kuno. Para peneliti menyebutnya Painted Pottery Road atau Jalur Tembikar Bercorak. Istilah ini merujuk pada jalur akademik untuk menjelaskan penyebaran budaya tembikar dari timur ke barat, bukan nama rute dagang resmi seperti Jalur Sutra.
Profesor Han Jianye dari Renmin University of China mengatakan tembikar bercorak dari wilayah Shaanxi dan Gansu menyebar ke barat sejak milenium keempat hingga pertama sebelum masehi.
“Jalur Tembikar Bercorak menjadi saluran utama pertukaran budaya awal antara China dan Barat, dan dapat dianggap sebagai pendahulu Jalur Sutra,” tulis Han dikutip China Daily.
Salah satu temuan tertua berasal dari situs Dadiwan di Qin’an, Gansu timur. Di sana, arkeolog menemukan tembikar berusia sekitar 8.000 tahun. Benda itu termasuk tembikar berhias paling awal yang ditemukan di China.
Pameran juga menampilkan jejak budaya Yangshao yang berkembang sekitar 7.000 hingga 5.000 tahun lalu, serta budaya Majiayao yang berjaya sekitar 5.300 hingga 4.000 tahun lalu. Pada masa Majiayao, seni tembikar bercorak mencapai salah satu puncaknya.
Wang mengatakan susunan pameran dibuat berdasarkan titik-titik geografis agar pengunjung dapat mengikuti hubungan antara komunitas kuno di Xinjiang dan Dataran Tengah China secara lebih mudah.