Bagikan:

JAKARTA - Situs Al-Ukhdood di Najran menyimpan jejak panjang Arabia selatan. Tempat ini pernah menjadi pusat dagang di jalur dupa sejak pertengahan abad ke-1 sebelum Masehi.

Dalam laporan Arab News Jumat, 24 April, yang mengutip Saudi Press Agency, disebutkan Al-Ukhdood memiliki kota utama yang dikelilingi tembok sepanjang 235 meter dan lebar 220 meter. Fondasi bangunannya dibuat dari batu pahat, sementara bagian atasnya memakai bata lumpur.

Penggalian yang dimulai pada 1979 membuka banyak temuan penting. Di antaranya unit bangunan kuno, masjid tertua di Najran, dan “Harta Karun Najran”.

Harta karun itu berisi koin perak dan artefak lain, seperti tembikar, pembakar dupa, serta lempeng keagamaan.

Catatan sejarah menyebut Najran sudah dikenal setidaknya sejak 680 sebelum Masehi. Temuan terbaru juga menunjukkan kawasan itu telah dihuni sejak masa prasejarah.

Temuan itu memperkuat posisi Najran sebagai salah satu pusat perdagangan dan budaya penting di Arabia selatan pada masa kuno.

Kini, sejarah itu diperkenalkan lewat Pusat Pengunjung Al-Ukhdood yang dibangun Heritage Commission. Area dalam ruangannya mencapai 300 meter persegi, sedangkan area luar ruangannya 3.400 meter persegi.

Pusat ini menampilkan sejarah Najran dan Al-Ukhdood melalui pameran interaktif serta program edukasi.

Pada 2025, Pusat Pengunjung Al-Ukhdood menarik lebih dari 17.000 pengunjung, termasuk wisatawan internasional. Jumlah itu menunjukkan situs kuno ini makin dilihat sebagai ruang belajar sejarah, bukan hanya lokasi wisata.