Southampton Lolos ke Final, Tuduhan Mata-mata Bikin Middlesbrough Geram

JAKARTA - Southampton lolos ke final playoff Championship, tetapi kemenangan itu dibayangi tuduhan serius. Middlesbrough menuding ada aksi mata-mata terhadap sesi latihan mereka sebelum laga di St Mary’s.

Mengutip laporan The Guardian, Rabu, 13 Mei, Southampton menang lewat gol Shea Charles pada menit ke-116 babak tambahan. Hasil itu membawa mereka ke final playoff Championship melawan Hull di Wembley pada 23 Mei.

Namun, Southampton kini menghadapi kemungkinan sanksi dari komisi disiplin independen setelah didakwa melanggar dua aturan English Football League atau EFL.

Pelatih Middlesbrough, Kim Hellberg, tampak emosional setelah pertandingan. Ia menyebut tindakan yang dituduhkan kepada Southampton sebagai “memalukan” dan menilai denda saja tidak cukup.

Middlesbrough meyakini mereka menangkap seorang analis yang bersembunyi di pusat latihan Rockliffe Park. Orang itu disebut merekam dan mencatat sesi latihan Boro.

“Kalau kami tidak menangkap orang yang mereka kirim itu, yang menempuh perjalanan lima jam dengan mobil, mungkin sekarang Anda akan duduk di sini dan memuji taktik mereka,” kata Hellberg dikutip The Guardian.

Menurut Hellberg, dugaan perekaman sesi latihan itu merusak prinsip sportivitas yang ia yakini.

“Tapi ketika semua itu direnggut dari Anda, ketika seseorang memutuskan, ‘Kami kirim seseorang saja, rekam sesi latihan, lihat semuanya, dan berharap tidak ketahuan’, itu menghancurkan hati saya,” ujarnya.

Pelatih Southampton, Tonda Eckert, dikutip The Guardian, mengatakan klubnya menangani tuduhan itu dengan sangat serius. Namun, ia belum bisa menjelaskan lebih jauh karena penyelidikan masih berjalan.

“Ketika penyelidikan selesai, saya akan bicara,” kata Eckert.

Ketegangan juga sempat muncul di pinggir lapangan setelah Luke Ayling melaporkan dugaan komentar diskriminatif dari kapten Southampton, Taylor Harwood-Bellis. Eckert terlihat mendekati Hellberg, sebelum keduanya dipisahkan ofisial keempat Tom Nield. Seusai laga, Hellberg mengecilkan insiden antara dua pelatih itu.

Hellberg menegaskan kemarahannya bukan ditujukan kepada pemain atau suporter Southampton.

“Para pemain Southampton pantas mendapat pujian atas apa yang mereka lakukan. Ini tidak ada hubungannya dengan mereka atau suporternya,” kata Hellberg.