Pemerintah Mulai Geser Fungsi Bansos: Dari Bantuan ke Pemberdayaan

JAKARTA — Pemerintah mulai menggeser arah kebijakan bantuan sosial atau bansos. Tidak lagi hanya berfungsi sebagai bantuan tunai, bansos kini diarahkan menjadi pintu masuk program pemberdayaan masyarakat.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan penerima bansos, terutama usia produktif, diharapkan ikut masuk ke program-program pemberdayaan pemerintah agar memiliki kesempatan keluar dari lingkar kemiskinan.

“Bansos ini diharapkan tidak membuat masyarakat demotivasi. Malah justru sebaliknya, dengan bansos ini diharapkan masyarakat lebih semangat dengan mengikuti program strategis Presiden yang lain,” kata Gus Ipul di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 12 Mei.

Menurut Gus Ipul, pemerintah kini menyiapkan berbagai program pemberdayaan yang terhubung dengan pengentasan kemiskinan. Salah satunya melalui koordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat.

Gus Ipul menyampaikan hal itu saat melaporkan perkembangan program strategis Presiden di Kementerian Sosial. Tiga agenda utama yang dilaporkan adalah pemutakhiran data, bansos tepat sasaran, dan penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

Dalam proses penataan bansos, Kemensos juga terus memadankan data penerima bantuan. Tahun ini, data terbaru hasil pemutakhiran Badan Pusat Statistik akan kembali dicocokkan dengan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan atau PPATK.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bansos benar-benar diterima kelompok yang membutuhkan dan tidak disalahgunakan.

Kemensos sebelumnya telah mencoret ratusan ribu penerima bansos yang terindikasi menggunakan bantuan untuk judi online atau judol. Pada triwulan pertama 2026, lebih dari 11 ribu keluarga penerima manfaat kembali dicoret karena indikasi serupa.

Menurut Gus Ipul, bantuan sosial tetap penting sebagai bantalan masyarakat rentan. Namun, pemerintah ingin bansos tidak berhenti sebagai bantuan konsumtif.

Karena itu, warga usia produktif akan terus didorong masuk ke program pemberdayaan agar memiliki peluang kerja dan penghasilan yang lebih stabil.

Selain bansos, Gus Ipul juga melaporkan persiapan Sekolah Rakyat tahun ajaran 2026–2027 yang akan dimulai Juli mendatang. Tahun ini, program tersebut menargetkan 32 ribu siswa baru.