JAKARTA — Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan perbedaan laporan kepada Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Presiden Prabowo Subianto. Ia mengatakan laporan kepada Presiden menyangkut arahan kebijakan, sedangkan komunikasi dengan Seskab Teddy lebih banyak soal teknis di lapangan.
Penjelasan itu disampaikan Gus Ipul di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 12 Mei, saat ditanya soal pertemuannya dengan Seskab Teddy sebelum melapor kepada Presiden.
“Ya sama aja. Kalau yang arahan Pak Prabowo kan arahan-arahan kebijakan. Nanti kalau ada hal-hal yang perlu konfirmasi kira-kira di lapangan, kadang-kadang lewat Pak Teddy. Jadi, yang teknis gitu,” kata Gus Ipul.
Gus Ipul menegaskan arahan yang disampaikan Seskab Teddy tidak berbeda dengan arahan Presiden.
“Ya arahannya sama aja dengan Pak Presiden, nggak beda,” ujarnya.
BACA JUGA:
Menurut Gus Ipul, posisi menteri adalah pembantu Presiden. Karena itu, seluruh program kementerian harus mengikuti program prioritas dan visi-misi Presiden.
“Sebagai pembantu Presiden, ya apa yang kita lakukan ini adalah semua program prioritas Presiden, program Presiden. Sesuai dengan visi misi Pak Presiden,” katanya.
Ia juga menegaskan kementerian harus bertanggung jawab bila pelaksanaan program tidak sesuai arahan Presiden.
“Kalau misalnya ada ketidaksesuaian dengan arahan Presiden, berarti yang salah ya kita,” ujar Gus Ipul.