Luna Maya Ungkap Rencana Bayi Tabung: Pengen Kembar Biar Sekali Jalan!

JAKARTA – Kehidupan pribadi selebritas Luna Maya kembali mencuri perhatian publik. Dalam sebuah perbincangan hangat bersama Sara Wijayanto, istri dari Maxime Bouttier ini mengungkapkan rencana besarnya untuk menjalani program bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF) demi mendapatkan buah hati.

Sara yang kini telah memasuki usia kepala empat, mengaku sudah melakukan prosedur pembekuan sel telur (egg freezing) sebagai langkah awal. Hal ini dilakukan demi menjaga kualitas sel telur yang sehat untuk digunakan di masa depan.

Kepada Sara Wijayanto, Luna menjelaskan secara singkat proses medis yang ia pahami.

"Jadi sel telurnya diambil, sel sehatnya diambil terus dibekuin. Nanti kalau suatu hari mau mulai program, diambil lagi, dijadiin embrio dengan sperma, baru dimasukkan ke rahim," ujar Luna Maya dikutip VOI dari YouTube C8 Podcast, Selasa, 12 Mei.

Menariknya, Luna mengungkapkan keinginan spesifik jika nantinya program IVF tersebut berjalan. Ia berharap bisa langsung mendapatkan anak kembar.

"Aku maunya fokus buat coba program IVF, pengen kembar. Ya sekali dua langsung selesai gitu," ucap Luna.

Faktor usia menjadi alasan utama mengapa Luna ingin segera fokus pada program ini. "Karena usianya udah 40-an kan, terus aku pikir ya sudahlah (fokus program)," tambahnya.

Demi mensukseskan program kehamilan tersebut, Luna Maya ternyata sempat berencana untuk mengambil waktu istirahat sejenak dari kesibukannya di dunia hiburan. Ia ingin memberikan waktu dan energi penuh bagi kondisi fisiknya.

"Tadinya makanya sempat aku statement tahun ini mau hiatus. Aku mau fokus buat coba program IVF ini," ungkapnya.

Namun, rencana tersebut tidak serta-merta berjalan mulus. Kesibukan sang suami, Maxime Bouttier, menjadi salah satu pertimbangan.

"Tapi si Max juga lagi serius bolak-balik, terus juga kayak masih banyak tanggung jawab juga," jelas Luna.

Meski sudah menyiapkan opsi medis melalui IVF dan pembekuan sel telur, Luna dan Maxime tidak menutup kemungkinan untuk mendapatkan keturunan secara alami.

"Tapi on the other hand juga kita nyoba normal juga. Kita enggak yang nunda, tapi kita juga pengen terencana," tutur Luna.

Menutup perbincangan, Luna memberikan pesan menohok bagi lingkungan sosial yang sering memberikan tekanan kepada pasangan untuk segera memiliki anak. Ia menekankan bahwa setiap orang memiliki waktu dan kesiapannya masing-masing.

"Karena gini lho, kadang orang-orang tuh kayak mikir punya anak 'udah cepetan-cepetan', entar dulu sabar. Setiap orang kan beda-beda, nikah aja ada waktunya," pungkasnya bijak.