Komplotan Perampok Bersenjata Api di Duren Sawit Resahkan Warga
JAKARTA - Polisi memburu komplotan yang diduga merupakan spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) disertai ancaman senjata api di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur (Jaktim).
"Kami masih memburu komplotan pencurian kendaraan bermotor yang terjadi di wilayah kami," kata Kapolsek Duren Sawit Kompol Sutikno saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Dia menyebutkan korban telah melaporkan kejadian tersebut ke polisi, dan saat ini kasusnya masih dalam tahap penyelidikan intensif.
"Korban sudah buat laporan polisi dan sudah ditindak lanjut, masih dilakukan langkah penyelidikan maksimal," ujar Sutikno.
Meski demikian, dia belum menjelaskan lebih jauh terkait identitas pelaku maupun perkembangan penyelidikan karena proses pengusutan masih berlangsung.
Peristiwa pencurian tersebut sebelumnya viral setelah rekaman kamera pengawas (CCTV) diunggah oleh akun Instagram.
Dalam video yang beredar, terlihat para pelaku beraksi di sebuah rumah indekos pada Sabtu (9/5) siang. Sepeda motor yang dicuri itu diketahui milik salah satu penghuni indekos.
Baca juga:
Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku diduga berjumlah tiga orang dan datang berboncengan dengan menggunakan satu sepeda motor.
Saat menjalankan aksinya, ketiga pelaku terlihat sudah berbagi peran. Satu pelaku masuk secara diam-diam ke area parkir indekos untuk membobol motor korban.
Kemudian, satu pelaku lainnya berjaga di dekat pos keamanan, sementara satu orang tetap berada di atas motor untuk memantau situasi sekitar.
Aksi mereka nyaris gagal setelah petugas keamanan indekos memergoki gerak-gerik mencurigakan para pelaku melalui CCTV. Petugas keamanan bernama Kevin Gabriel Sihombing mengaku awalnya melihat dua orang memasuki area indekos dengan gerakan mencurigakan.
"Awalnya, saya lihat dari CCTV tuh ada dua orang masuk. Nah, satu tuh nunduk dari bawah pos, terus masuk ke parkiran. Saya langsung bangun ngelihat ke arah jendela, nanya yang nunggu di tiang listrik tuh, 'Ngapain Bang? Mau ngapain Bang? Mau ngapain lu?'," kata Kevin.
Menurut dia, pelaku yang berada di area parkir dapat membobol sepeda motor dalam waktu singkat.
Saat hendak membawa kabur motor hasil curian, petugas keamanan berusaha menggagalkan aksi tersebut dengan menutup portal keluar.
Namun, situasi berubah tegang ketika salah satu pelaku mengeluarkan senjata api dan menodongkannya ke arah petugas keamanan.
"Tiba-tiba, temennya ini dari parkiran tuh langsung ngambil motor, langsung ngebut. Temen yang satu lagi, yang megang beceng langsung nodong saya sambil bilang, 'Diem kamu, diem kamu!'," ujar Kevin.
Kevin pun mengaku sempat menarik rekannya menjauh karena khawatir pelaku nekat menembakkan senjata api tersebut. Setelah para pelaku kabur, dia bersama rekannya sempat melakukan pengejaran.
"Sempat saya tarik temen saya, karena takut juga, ya, kena tembak. Nah, setelah saya tarik, saya buka lagi pintu, baru kita kejar. Pas kita kejar, baru dia buang tembakan ke atas sekali. Itu kayaknya juga dikejar sama ojek online," ucap Kevin.
Kevin menduga komplotan tersebut sebelumnya pernah melakukan survei ke lokasi indekos yang sama. Dia mengaku pernah melihat orang-orang dengan ciri serupa datang ke area tersebut sekitar awal Maret lalu.
"Kalau saya lihat, sih, kayaknya udah pernah ke sini. Waktu itu, tanggal 1 Maret kayaknya, saya pernah ngelihat mereka masuk, tapi saya keluarin tangan saya, mereka tuh langsung kabur lagi," jelas Kevin.
Sampai dengan saat ini, polisi masih mengumpulkan bukti dan memburu para pelaku yang identitasnya belum diketahui itu. Polisi juga mendalami rekaman CCTV di lokasi kejadian untuk mengungkap keberadaan komplotan tersebut.