Trump Sebut Gencatan Senjata dengan Iran dalam Kondisi Kritis

JAKARTA - Presiden Donald Trump mengatakan pada Hari Senin, bahwa gencatan senjata dengan Iran "dalam kondisi kritis," setelah menolak tanggapan Tehran terhadap proposal perdamaian Amerika Serikat sebagai "bodoh."

Penolakan cepat Trump terhadap tanggapan Iran pada Hari Minggu memicu kekhawatiran konflik AS-Israel dengan Iran yang telah berlangsung selama 10 minggu akan berlarut-larut dan terus melumpuhkan pengiriman melalui Selat Hormuz.

"Saya akan menyebutnya yang terlemah saat ini, setelah membaca dokumen sampah yang mereka kirimkan kepada kami, saya bahkan belum selesai membacanya," kata Trump tentang gencatan senjata tersebut, melansir Al Arabiya dari Reuters (12/5).

"Ini dalam kondisi kritis," tandasnya.

Beberapa Hari setelah Washington mengajukan proposal yang bertujuan untuk membuka kembali negosiasi, Iran pada Hari Minggu merilis tanggapan yang berfokus pada mengakhiri perang di semua lini, termasuk Lebanon, tempat sekutu AS, Israel, memerangi militan Hizbullah yang didukung Iran.

Tehran juga menuntut ganti rugi atas kerusakan perang, menekankan kedaulatannya atas Selat Hormuz, dan menyerukan Amerika Serikat untuk mengakhiri blokade angkatan lautnya, menjamin tidak akan ada serangan lebih lanjut, mencabut sanksi, dan menghapus larangan penjualan minyak Iran.

Sehari kemudian, Trump juga mengklaim Iran bersedia memberikan Amerika Serikat "debu nuklir," merujuk pada persediaan uranium yang diperkaya Iran, dan mengatakan hanya China dan AS yang memiliki kemampuan untuk mengambilnya.