JAKARTA - Layanan darurat Israel mengatakan tiga orang tewas setelah rudal menghantam bangunan tempat tinggal di kota Beer Sheva, Israel selatan.
Layanan darurat Magen David Adom (MDA) sebelumnya mengatakan seorang pria berusia sekitar 40 tahun, seorang wanita berusia sekitar 30 tahun, dan seorang pria berusia sekitar 20 tahun mengalami kondsi kritis.
Enam orang lainnya dirawat dengan luka ringan hingga sedang, kata juru bicara MDA dilansir CNN, Selasa, 24 Juni.
Israel Defense Forces (IDF) mengatakan mereka mengidentifikasi rudal yang diluncurkan dari Iran ke Israel dan memerintahkan penduduk untuk memasuki tempat perlindungan bom.
BACA JUGA:
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, sebelumnya menyatakan hingga saat ini belum ada kesepakatan gencatan senjata atau penghentian operasi militer antara Iran dan Israel.
Pernyataan ini cuma beberapa jam setelah Presiden Donald Trump mengklaim terjadinya kesepakatan gencatan senjata total antara Israel-Iran.
Namun, Menlu Iran menegaskan jika Israel menghentikan serbuan terhadap Iran paling lambat pukul 04.00 waktu Teheran, maka Iran tidak akan melanjutkan serangan balasannya.
“Sampai saat ini, TIDAK ADA 'kesepakatan' mengenai gencatan senjata atau penghentian operasi militer. Namun, jika rezim Israel menghentikan agresi ilegalnya terhadap rakyat Iran paling lambat pukul 04.00 waktu Teheran (08.30 WIB), kami tidak berniat melanjutkan serangan balasan setelah itu,” tulis Araghchi lewat akun X, Selasa, 24 Juni.
Keputusan akhir mengenai penghentian operasi militer Iran akan ditentukan kemudian.